Survei Indikator Politik: Masyarakat Akar Rumput Tak Suka Capres-Cawapres Saling Serang
JAKARTA, investortrust.id – Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, mayoritas masyarakat akar rumput (grassroots) tidak setuju jika peserta debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) saling menyerang dan menjatuhkan lawannya.
Mayoritas responden (57,6%) mengaku kurang atau tidak setuju bila capres dan cawapres saling beradu pendapat untuk saling serang lawan debat. Namun, mayoritas warga turut menerima kondisi bahwa seorang capres maupun cawapres harus siap diuji dengan berbagai persoalan.
“Ini tantangan bagi kandidat untuk acara debat selanjutnya. Persepsi warga secara umum tidak sebangun dengan pandangan elit,” ujar Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Sabtu (20/01/2024).
Baca Juga
Survei Indikator Politik: Elektabilitas Prabowo Naik Setelah Diserang Anies dan Ganjar di Debat
Alih-alih unggul dalam forum debat berdasarkan penilaian segelintir elite, menurut Burhanuddin, sikap saling serang justru menciptakan resistensi di kalangan akar rumput. Hal ini mendorong tingkat kesukaan terhadap kandidat semakin rendah.
“Jika tingkat kesukaan menjadi semakin rendah, kemungkinan acara debat sebagai ajang adu gagasan dan forum-forum sejenis menjadi semakin tidak bermakna,” tegas dia.
Pasalnya, kata Burhanuddin Muhtadi, masyarakat di akar rumput kemungkinan akan cenderung mencari pembenaran atas apa yang disuka atau tidak disuka, ketimbang melihat secara rasional mana calon yang memiliki kapasitas unggul.
Menyerang Pribadi
Burhanuddin menjelaskan, 51,1% responden yang menyaksikan debat menganggap kritik Anies dalam debat sebelumnya dilontarkan untuk menyerang pribadi Prabowo. Sedangkan 41,8% responden menganggap ungkapan Anies lebih mengkritisi kebijakan Prabowo sebagai menteri pertahanan.
Lain halnya dengan kritik atau serangan yang dilontarkan Ganjar terhadap Prabowo. Sebanyak 50,1% responden menyatakan, ungkapan Ganjar lebih ditujukan untuk kebijakan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Sekitar 40,5% menganggap ungkapan Ganjar cenderung menyerang Prabowo secara pribadi.
Baca Juga
“Ini menguntungkan paslon (pasangan calon) nomor urut 02 karena petahana memiliki elektabilitas paling tinggi. Ibarat main bola, tinggal main aman saja. Namun paslon 01 dan 03 nggak mungkin diam saja, tetapi masyarakat maunya yang main aman begitu,” papar dia.
Target populasi survei Indikator Politik Indonesia adalah warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas, sekitar 83% dari total populasi nasional. Penarikan sampel tatap muka menggunakan metode multistage random sampling sebanyak 1.200 orang dari seluruh provinsi.
Adapun survei telepon menggunakan sampel sebanyak 1.221 responden, dipilih melalui kombinasi metode random digit dialing (RDD) sebanyak 730 responden dan double sampling (DS) 491 responden dari survei tatap muka. Margin of error kedua survei diperkirakan ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

