Imbas Ledakan SMAN 72, DPR Berencana Panggil Menhan dan Panglima TNI Besok
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Laksono menyatakan akan memanggil Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam rapat kerja yang dijadwalkan berlangsung Selasa (11/11/2025). Salah satu isu utama yang akan dibahas ialah insiden ledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.
“Rencana besok kita akan rapat dengan Kementerian Pertahanan. Mungkin kita akan bahas juga salah satunya soal ledakan di SMAN 72,” kata Dave saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/11/2025) dikutip dari Antara. Ia menambahkan, selain membahas insiden tersebut, DPR juga akan mendalami sejumlah isu pertahanan nasional lainnya bersama Kemenhan dan Mabes TNI.
Di sisi lain, Dave menilai pemerintah perlu bersikap tegas apabila benar insiden tersebut dipicu oleh gim online atau konten digital berbahaya. Menurutnya, pemerintah sudah memiliki landasan hukum melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).
“Kalau memang benar ini terinspirasi atau disebabkan oleh gim online, kita sudah memiliki PP TUNAS untuk melindungi anak-anak,” ujarnya. Dave menegaskan, Komisi I DPR sangat prihatin atas kejadian ini dan masih menunggu hasil penyelidikan polisi sebelum mengambil langkah lebih jauh.
Baca Juga
Imbas Ledakan SMAN 72 Jakarta, Prabowo Bakal Batasi Game Online
Secara terpisah, Menhan Sjafrie tampak belum mengetahui agenda tersebut. Di hari yang sama, Menhan diketahui baru meresmikan layanan Imunoterapi Nusantara dan Digital Subtraction Angiography (DSA) di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman, Jakarta.
Sjafrie tampak langsung bergegas ke mobilnya. Ia juga enggan meladeni sejumlah isu lain yang ditanyakan oleh awak media.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto turut menyoroti pengaruh negatif permainan daring terhadap anak dan remaja. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden tengah mempertimbangkan pembatasan terhadap gim online tertentu yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi generasi muda.
“Beliau menyampaikan kita perlu mencari jalan keluar dan membatasi pengaruh dari game online,” ujarnya di Jakarta, Minggu (9/11/2025). Pemerintah, lanjutnya, sedang mengkaji langkah strategis agar kemajuan teknologi tetap membawa manfaat tanpa mengancam keamanan dan perkembangan mental anak bangsa.

