Komnas HAM: Korban Meninggal Kerusuhan Akhir Agustus 2025 Bertambah jadi 11 Orang
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Polisi menyatakan dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC, Kwitang, Jakarta merupakan Reno dan Farhan, dua orang yang dinyatakan hilang sejak kerusuhan akhir Agustus 2025 lalu. Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) Saurlin P Siagian menyebut temuan tersebut menambah jumlah korban peristiwa tersebut menjadi 11 orang.
"Yang pertama adalah sembilan orang, kemudian dengan ditemukannya dua orang ini maka total jumlah yang meninggal terkait dengan peristiwa unjuk rasa menjadi 11 orang," kata Saurlin dalam konferensi pers di RS Polri, Jumat (7/11/2025).
Saurlin mengapresiasi keberhasilan kepolisian mengidentifikasi dua kerangka manusia tersebut. Kendati demikian Komnas HAM terus mendorong penegakan hukum.
"Kami hanya bisa mendapatkan dan meminta keterangan kepolisian dengan masukan yang kami berikan dari laporan kami nantinya agar terungkap secara keseluruhan peristiwa yang terjadi di gedung itu," ujarnya.
Sebelumnya Komnas HAM merilis sembilan korban meninggal dunia akibat aksi unjuk rasa pada 25, 28, 29, 30, dan 31 Agustus 2025 di sejumlah daerah. Kesembilan korban tersebut antara lain Affan Kurniawan, Sari Nawati, Sauful Akbar, M Akbar Basri, Rusma Diansyah, Sumari, Reza Sandy Pratama, Andika Lutfi Falah, dan Iko Juliarto Junior.
Terbaru, Kepolisian memastikan dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC, Kwitang, Jakarta identik dengan M. Farhan Hamid dan Reno Syahputrodewo. Hal itu disampaikan Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan (Karo Lab dokkes) Pusdokkes Polri, Brigjen Pol. dr. Sumy Hastry Purwanti, dalam konferensi di RS Polri Kramat Jati, Jumat (7/11/2025).
Hastry menjelaskan pihaknya menerima dua kantong jenazah bernomor 0080 dan 0081 berisi kerangka manusia dalam keadaan tidak utuh akibat terbakar. Waktu kematiannya diketahui sudah lebih dari satu bulan.
Pihaknya kemudian melakukan pemeriksaan identifikasi sekunder pada kantong jenazah nomor 0080 berupa pemeriksaaan tulang tengkorak dan panggul. Hasilnya ditemukan bahwa korban merupakan berjenis kelamin laki-laki, ras mongoloid dan dengan perkiraan tinggi badan 158-168 cm.
"Dari hasil pemeriksaan DNA dan odontologi forensik bahwa nomor pos mortem 0080 cocok dengan ante mortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputrodewo anak biologis dari bapak Muhammad Yasin," kata Hastry.
Sementara itu pada kantong jenazah kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan identifikasi primer berupa DNA dan tulang. Selain itu pihaknya juga memeriksa identifiasi sekunder berupa kalung dan kepala ikat pinggang milik jenazah.
"Setelah itu dilakukan pemeriksaan identifikasi primer berupa hasil pemeriksaan DNA dan tulang nomor pos mortem 0081 cocok dengan ante mortem 001 sehingga teridentifikasi sebagai sebagai Farhan Hamid anak biologis bapak Hamidi," ungkapnya.

