Jangan Terbuai Kemudahan AI, Kemenkomdigi Minta Warga Jaga Data Pribadi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap kebocoran data pribadi di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pemerintah menilai, risiko penyalahgunaan data kini semakin tinggi seiring dengan maraknya penggunaan AI.
Kepala BPSDM Kemenkomdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto menyatakan, perlindungan data pribadi menjadi tanggung jawab bersama antara pengguna dan pengelola sistem digital. “Yang paling penting adalah bagaimana cara menjaga agar data pribadi kita tidak terekspos ke luar. Data itu harus dijaga,” ujarnya di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Boni menambahkan, tantangan terbesar saat ini bukan hanya pencurian data, tapi juga penyimpangan dalam penggunaan data pribadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Jangan sampai para pengelola data pribadi itu di-hack,” katanya.
Baca Juga
Kemenkomdigi Sebut Perpres AI Hanya Tinggal Tunggu Proses di Kemenkum
Ia juga menyoroti maraknya ancaman siber seperti ransomware yang dapat menimbulkan kerugian besar. “Yang paling ngeri ransomware segala macam. Karena kalau kena, biasanya (biayanya) mahal untuk recovery,” ingatnya.
Namun demikian, langkah ini dianggap Boni dapat sejalan dengan penguatan keamanan digital. Ia menyebut inovasi AI harus berjalan beriringan dengan kebutuhan zaman.
“Mari kita jaga bersama, dan kita dorong agar inovasi di bidang AI untuk Indonesia terus maju,” pungkas Boni.
Pemerintah sendiri akan memperkuat aturan ini lewat Peraturan Presiden (Perpres) tentang Kecerdasan Buatan (AI), yang kini sedang dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum. Perpres tersebut diharapkan menjadi panduan etika dan keamanan dalam pengembangan AI di Tanah Air.

