Pameran "8 Women, 1 Papua”, Saat Seni Wujudkan Harapan untuk Pendidikan di Papua
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Delapan perempuan seniman Indonesia bersatu dalam pameran seni bertajuk “8 Women, 1 Papua” yang digelar di Plaza Indonesia, Jakarta, pada 29 Oktober - 1 November 2025. Pameran ini menjadi gerakan solidaritas untuk mendukung pendidikan anak-anak di pedalaman Papua melalui Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP).
Lewat karya lukisan, patung, hingga perhiasan, pameran ini menampilkan karya dari Bonny Louise Claproth, Desiree Tarigan, Dumasi Samosir Wongso, Fen Felicia, Imelda Padjaitan, Ivanda Cherlin, Sasya Tranggono, dan Tamara Geraldine. Meski lintas latar, para perempuan ini justru disatukan oleh semangat kemanusiaan.
Founder YPHP Aileen Hambali menjelaskan, pendidikan di pedalaman Papua masih menghadapi tantangan ekstrem seperti isolasi geografis hingga kemiskinan spiritual akibat kepercayaan animisme yang mengakar.
“Saya kaget ketika pertama kali tiba di pedalaman. Anak-anak bajunya compang-camping, dan banyak yang belum bisa berbahasa Indonesia. Tapi saya lihat ada harapan, semangat belajar yang luar biasa,” ujar Aileen di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Sejak 2013 sampai sekarang, YPHP telah membuka 10 sekolah di berbagai titik pedalaman, termasuk di Daboto, yang disebut Aileen sebagai wilayah yang hanya bisa diakses lewat pesawat kecil.
Baca Juga
PU Bidik Gedung Pemerintahan Empat DOB Papua Berfungsi pada 2027
Aileen menyebut, misi kemanusiaan ini tidak berjalan mulus. Terlebih faktor animisme yang kadang menyulitkan bantuan yang diberikan dari pihak luar.
Pada kesempatan yang sama, Sasya Tranggono mengungkapkan, keterlibatannya dalam pameran ini berangkat dari kedekatan personal dengan anak-anak Papua yang ia bantu sekolah lewat hasil karya seni.
“Saya belum pernah ke Papua, tapi Tuhan kirim tiga anak Papua untuk saya didik. Sekarang mereka sudah lulus kuliah dan bekerja di luar negeri. Itu kebanggaan luar biasa,” kata Sasya.
Sementara Tamara Geraldine menuturkan, pameran ini menjadi refleksi spiritual baginya. Mantan presenter itu pun berharap karya-karyanya dapat membantu perjuangan anak-anak di Papua.
Sedangkan Desiree Tarigan menegaskan, pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan dan keterbelakangan.
“Mereka pintar dan kreatif, hanya kurang kesempatan. Kita yang di kota harus berhenti take it for granted. Sedikit kebaikan bisa berdampak besar,” katanya.
Nantinya hasil dari penjualan/lelang karya yang terjual selama pameran akan langsung didonasikan kepada YPHP. Aileen berharap medium ini tak hanya terletak pada harga, tetapi juga pada daya ubah yang dihasilkannya bagi masyarakat.

