Menhan Terima Kunjungan Mantan Gubernur Jenderal Australia, Bahas Apa?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan mantan Gubernur Jenderal sekaligus mantan Panglima Angkatan Bersenjata Australia, David Hurley di kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Kepala Biro (Karo) Infohan Setjen Kemenhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang menjelaskan bahwa pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban.
“Pertemuan tadi lebih bersifat persahabatan, mengingat Jenderal Hurley dan Pak Menhan merupakan sahabat lama sejak masa taruna di Royal Military College Duntroon,” ujar Frega di Kantor Kemenhan, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Frega menuturkan, keduanya hanya membahas upaya memperkuat hubungan pertahanan Indonesia-Australia, khususnya pada aspek militer ke militer (defence-to-defence) yang selama ini telah terjalin baik.
Frega menuturkan, keduanya hanya membahas upaya memperkuat hubungan pertahanan Indonesia-Australia, khususnya pada aspek militer ke militer (defence-to-defence) yang selama ini telah terjalin baik.
“Keduanya berharap hubungan tersebut terus ditingkatkan, termasuk melalui pelatihan bersama dan kerja sama di bidang kedokteran militer serta operasi kemanusiaan,” jelasnya.
Selain itu, Hurley juga menyoroti keberlanjutan Ikatan Alumni Pertahanan Indonesia-Australia (Ikahan) yang didirikan pada 2012. Dalam forum itu, Hurley mengundang Menhan Sjafrie bergabung dalam Senior Advisory Group yang dianggap dapat menjadi wadah komunikasi strategis bagi tokoh senior pertahanan kedua negara.
Di sisi lain, Hurley turut mengapresiasi sejumlah langkah pembangunan pertahanan Indonesia di bawah kepemimpinan Menhan Sjafrie, termasuk pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan dan Dewan Pertahanan Nasional, yang dinilai memperkuat struktur pertahanan nasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002.
Frega menegaskan, Menhan Sjafrie juga menekankan pentingnya memperkuat people-to-people contact antarpersonel militer kedua negara.
“Hubungan personal yang kuat akan sangat membantu ketika ada pembahasan formal antarpertahanan maupun kerja sama antar militer di masa depan,” tutupnya.

