KedaiKopi: Momentum dan Modal Sosial Bisa Balikkan Keadaan Jelang Pilpres
JAKARTA, Investortrust.id – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo – Gibran selalu berada di urutan pertama dalam agregat survei dari sejumlah lembaga survei di Tanah Air. Sementara pasangan nomor urut 03 tampak mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir, mengacu pada agregat hasil survei puluhan lembaga survei.
Namun demikian situasi bisa saja berbalik, dengan potensi bouncing peningkatan bisa dialami pasangan Ganjar – Mahfud, dan sebaliknya penurunan bisa saja dialami pasangan Prabowo – Gibran. Hal ini disampaikan oleh Hendri Satrio dari Lembaga Survei KedaiKOPI dalam kesempatan diskusi Konvergensi dengan tema “Satu Putaran, Mungkinkah?” yang digelar Investortrust.id, Senin (29/1/2024).
Menurut pria yang akrab disapa Hensat ini, pembalikan tersebut bisa terjadi jika para paslon di pilpres mampu memanfaatkan momentum, dengan didukung upaya menggali lebih banyak modal sosial berupa dukungan para tokoh yang memiliki magnitude dan pengaruh besar di masyarakat.
Baca Juga
Tak Tembus 50% di Hasil Survei, Kemampuan Prabowo Dulang Suara Jadi Pertanyaan
“Apakah Prabowo akan turun, Ganjar yang terbawah akan rebound, bisa saja terjadi. Karena masih ada variabel momentum sebagai salah satu variabel. Variabel lain yang juga menentukan adalah sosial,” kata Hensat.
Dikatakan Hensat, baik kubu Anies, Prabowo dan Ganjar saat ini tengah giat mengumpulkan modal sosial untuk meningkatkan elektabilitas. Ia menyebut kubu Anies kini telah mengantongi modal sosial dari para komika yang memiliki gaya story telling yang baik. Sementara itu kubu Ganjar kini telah mendapatkan modal sosial berupa dukungan grup musik berpengaruh di kalangan anak muda, yakni Slank.
“Sedangkan kubu Prabowo telah mendapatkan modal sosial terbesar yakni sari seseorang bernama Joko Widodo,” ujarnya.
Semua dukungan sosial ini menurut Hensat bisa saja membalikkan keadaan, pada dua pekan jelang pilpres. “Syaratnya, perlu diperkuat oleh momentum,” imbuhnya.
Nah soal momentum, Hensat memberikan analogi pelaksanaan pilkada Jawa Barat yang mempertemukan calon gubernur cawagub Sudrajat dan Syaikhu, yang menggunakan momentum akhir debat dengan mengibarkan kaos bertuliskan “Ganti Presiden 2019”.
“Momentum pengibaran kaos itu ternyata memberikan efek positif buat mereka, sehingga naik ke peringkat dua. Wakaupun tetap kalah dari Ridwan Kamil, tapi itu keajaiban momentum di debat terakhir,” kata Hensat.

