Bitcoin Sentuh Level Terendah Sejak November 2025, Dua Katalis Ini Bisa Balikkan Situasi
JAKARTA, investortrust.id – Bitcoin (BTC) kembali terkoreksi tajam pada Senin (1/12/2025) dan mencatat penurunan harian terdalam sejak awal November 2025. Meski tekanan bearish jangka pendek mendominasi, pasar kini menanti dua katalis penting yang berpotensi membalikkan arah pergerakan.
Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha menjelaskan, pasar menaruh perhatian besar pada pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada 9–10 Desember 2025. Saat ini, probabilitas pemotongan suku bunga 25 bps berada pada kisaran 80%–87%.
Baca Juga
IHSG Ditutup Melesat 0,80%, Empat Saham Dipimpin BOAT dan BBRM
“Pemotongan bunga ini secara tradisional mendukung aset berisiko,” ungkap Panji dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025).
Katalis kedua adalah Upgrade Fusaka Ethereum yang dijadwalkan aktif di mainnet pada 3 Desember 2025. Hard fork besar ini dirancang untuk menekan biaya tinggi dan mengatasi keterbatasan kapasitas Layer-2. “Upgrade ini menjadi katalis bullish fundamental bagi seluruh ekosistem,” tambahnya.
Hari ini, Bitcoin diperkirakan bergerak dalam rentang US$ 85.000 – US$ 89.000, sementara Ethereum berpotensi berada di kisaran US$ 2.600 – US$ 2.900. Dalam 24 jam terakhir, BTC melemah 1,14% ke level US$ 86.600 atau sekitar Rp 1,43 miliar. Dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) juga berada di 59,48%, seiring total kapitalisasi pasar kripto yang turun 1,4% menjadi US$ 2,9 triliun.
Baca Juga
Mentan Amran Genjot Hilirisasi Rp 371 Triliun, Kelapa & Gambir Jadi Andalan Nilai Tambah Nasional
Kemarin, BTC ditutup melemah 6% pada level US$ 85.788 setelah sempat menyentuh titik terendah US$ 83.869. Tekanan jual dipicu sentimen risk aversion global menyusul sinyal kemungkinan pengetatan kebijakan moneter dari Bank Sentral Jepang (BoJ) yang memicu lonjakan imbal hasil obligasi. Data ekonomi AS pun menunjukkan aktivitas manufaktur masih berada dalam fase kontraksi pada November.
Terus Akumulasi
Di tengah aksi jual ritel dan meningkatnya sentimen kehati-hatian, whale terbesar Bitcoin yakni Strategy (sebelumnya MicroStrategy) justru melanjutkan strategi akumulasi jangka panjang.
Perusahaan mengumumkan pembelian tambahan 130 BTC senilai US$ 11,7 juta, sehingga total kepemilikan meningkat menjadi 650.000 BTC. Strategy juga telah menyiapkan cadangan Dolar AS sebesar US$ 1,44 miliar untuk mendukung pembayaran dividen.

