Sarbumusi Soroti Kesejahteraan TKBM yang Masih Jauh di Bawah Kontribusi Sektor Logistik
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) menyoroti kondisi kesejahteraan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Indonesia. Padahal TKBM memiliki peran penting dalam sektor logistik.
"Tenaga kerja bongkar muat ini merupakan instrumen yang sangat penting bagi tetap berjalannya arus logistik di Indonesia. Kita tidak bisa membayangkan apabila kawan-kawan TKBM ini tidak pernah ada di bisnis proses logistik ini. Demikian juga TKBM merupakan penunjang utama aktivitas ekspor-impor yang ada di Indonesia," kata Presiden Sarbumusi Irham Ali Saifuddin dalam acara Lokakarya Nasional bertajuk "Optimalisasi Kebijakan Pengelolaan TKBM di Indonesia" di Menteng, Jakarta, Senin (13/10/2025).
Irham mengatakan kesejahteraan TKBM saat ini dinilai kontras dengan capaian di sektor logistik yang terus mengalami peningkatan. Ia memaparkan, berdasarkan catatan BPS pada 2021, kontribusi sektor pelabuhan sekitar 7,6% terhadap PDB.
"Angkanya terus meningkat dimana pada tahun 2024 angkanya kontribusinya terhadap PDB sudah sebesar 7,9% dan mungkin angka ini akan terus meningkat seiring dengan terus bertumbuhnya aktivitas ekonomi logistik di republik ini," ujarnya.
Irham memaparkan, data sektor logistik di Indonesia juga terus mengalami pertumbuhan. Pada tahun 2023, pertumbuhan sektor logistik nasional mencapai angka hampir 14% atau setara dengan Rp 1.000 Triliun kontribusi terhadap PDB di Indonesia.
"Sayangnya Bapak-Ibu tenaga kerja bongkar muat TKBM sebagaimana kita ketahui kalau dalam diri piramida ekonomi mereka berada di dasar piramida, mereka secara jumlah, secara nyawa, secara jiwa, secara keluarga menduduki porsi yang sangat signifikan sekali tetapi dalam rangka kue kesejahteraan sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berada di piramida terbawah dari piramida ekonomi logistik dan kelakuan nasional kita," ungkapnya.
Pada diskusi hari ini, Sarbumusi menghadirkan kementerian dan lembaga terkait untuk membahas soal optimalisasi kebijakan pengelolaan TKBM di Indonesia. Irham berharap kegiatan ini dapat menghimpun usulan tata kelola TKBM yang lebih baik.
"Semoga diskusi hari ini bisa produktif, konstruktif dan bisa memberikan usulan-usulan yang konkret kepada pemerintah Indonesia dalam tata kelola TKBM yang lebih baik di masa yang akan datang," ujarnya.

