Menkomdigi Sebut Sekolah Garuda Wujud Pemerataan Pendidikan Unggul di Timur Indonesia
AMBON, investortrust.id - Pengenalan SMA Siwalima Ambon sebagai bagian dari program Sekolah Unggul Garuda menandai langkah strategis pemerintah memperluas pemerataan pendidikan berkualitas hingga wilayah timur Indonesia. Acara ini dilakukan serentak di 16 titik di seluruh Indonesia, dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid hadir langsung di Ambon.
Program Sekolah Unggul Garuda merupakan inisiatif nasional yang memadukan pendidikan unggul, karakter kuat, dan transformasi digital. Tujuannya, mencetak generasi muda berdaya saing global tanpa meninggalkan akar kebangsaan dan kearifan lokal.
“Bapak Presiden Prabowo menginginkan Sekolah Garuda tidak hanya mencetak anak-anak yang unggul di bidang akademik, khususnya sains dan teknologi, tapi juga memiliki karakter kuat,” ujar Meutya dalam keterangan resmi, Jumat (10/10/2025).
Baca Juga
Dulu Hampir Putus Asa, Kini Rafly Siap "Terbang" Bersama Sekolah Garuda
Menurutnya, karakter menjadi modal utama selain ilmu pengetahuan.
“Tidak ada orang pintar yang unggul tanpa karakter yang kuat. Ini kelebihan siswa-siswi dari Indonesia Timur yakni semangat, berkarakter, dan berjiwa pengabdian,” ujarnya.
Politikus Partai Golkar itu menambahkan, program Sekolah Garuda memanfaatkan transformasi digital untuk memperluas akses dan kolaborasi antarsekolah di seluruh Indonesia. Melalui platform nasional, guru dan siswa dapat terhubung dalam ruang belajar virtual yang memungkinkan pertukaran materi ajar, mentoring jarak jauh, hingga kelas kolaboratif lintas wilayah.
“Pendidikan unggul tak boleh berhenti di kota besar saja. Anak-anak Ambon tak hanya diajak bermimpi besar, tapi disiapkan untuk bersaing secara nyata,” tegas Meutya.
Selain memperkuat mutu akademik, kehadiran SMA Siwalima dalam jaringan Sekolah Garuda juga membawa dampak langsung bagi masyarakat. Pemerintah Kemenkomdigi memastikan akses internet cepat dan stabil untuk mendukung pembelajaran digital..
SMA Siwalima juga disiapkan menjadi hub pembelajaran dan inovasi digital di Maluku, yang membuka kemitraan dengan universitas dan industri guna memperluas peluang beasiswa dan magang bagi siswa.
Menurut Meutya, langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), yang menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan nasional.
“Pemerintah berkomitmen memperluas program Sekolah Unggul Garuda ke lebih banyak daerah agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk unggul,” ujarnya.
Baca Juga
Sekolah Garuda Hadir di Konawe, Warga Sambut Harapan Baru untuk Pendidikan Unggul
Secara nasional, terdapat 12 Sekolah Garuda Transformasi dan 4 Sekolah Garuda Baru yang dikenalkan bersamaan, termasuk di Ambon, Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan, hingga Papua Barat Daya.
“Kalau Bapak Presiden menargetkan 80 sekolah hingga 2029, biasanya hasil akhirnya jauh lebih dari itu. Mari kita doakan bersama," harap Meutya.

