Yusril Pastikan Prabowo Tak Bentuk TGPF Demo Rusuh
Poin Penting
|
JAKARTA. Investortrust.id -- Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra memastikan Presiden Prabowo Subianto tidak akan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) terkait demonstrasi yang berujung rusuh pada akhir Agustus lalu. Yusril mengatakan Prabowo menyampaikan hal itu saat ia temui seusai pelantikan sejumlah menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025).
"Presiden menyambut baik pembentukan tim independen pencari fakta yang dilakukan oleh enam lembaga negara hak asasi manusia (LN-HAM). Presiden mempersilakan tim itu bekerja secara independen, transparan dan objektif," kata Yusril dalam keterangannya.
Adapun keenam lembaga negara HAM tersebut adalah Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Komnas Disabilitas, Ombudsman, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Yusril mengatakan keenam lembaga negara HAM itu dibentuk dengan undang-undang dan menjalankan tugas serta kewenangannya sesuai amanat undang-undang.
"Keenam lembaga itu adalah lembaga negara, bukan lembaga pemerintah," ujarnya.
Menurut Yusril, tim yang dibentuk enam LN-HAM tersebut dinilai lebih kuat kedudukan dan independensinya dibandingkan TGPF yang dibentuk melalui keputusan presiden (keppres) dan pada akhirnya bertanggung jawab kepada Presiden Prabowo.
Sebelumnya sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa menggelar pertemuan dengan Prabowo di Istana Merdeka pada Kamis (11/8/2025). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo disebut setuju dengan pembentukan TGPF yang diusulkan mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Namun, Yusril yang turut menghadiri pertemuan tersebut menegaskan Prabowo tidak secara eksplisit menyatakan setuju.
“Presiden hanya mengatakan bahwa usul mantan Menteri Agama itu masuk akal, bagus, dan perlu dipelajari dengan seksama," ungkap Yusril.

