Seluruh Fraksi Sepakat Lakukan Transformasi DPR, RUU Perampasan Aset Tak Dibahas
JAKARTA, Investortrust.id -- Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengungkapkan isi pertemuan urun rembuk pimpinan fraksi dengan pimpinan DPR pada Kamis (4/9/2025). Jazilul mengatakan seluruh fraksi sepakat melakukan transformasi DPR.
"Semua bersepakat untuk mentransformasi DPR agar lebih baik kinerjanya. Baik dalam pengawasan dan menerima aspirasi dan lain-lain," kata Jazilul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Dirinya menyebut DPR belajar dari peristiwa yang terjadi belakangan ini. Untuk itu pihaknya berkomitmen untuk mentransformasi DPR RI.
"Tadi disampaikan bahwa kita semua fraksi pimpinan DPR bersepakat untuk mentransformasi DPR ini agar lebih baik belajar dari semua kejadian yang ada. Artinya kita mendengarkan aspirasi itu," ujarnya.
Menurutnya pertemuan tersebut baru langkah awal. Perlu ada kesepahaman yang sama oleh seluruh fraksi.
"Baru awal, ini baru pertemuan, ditindaklanjuti dengan pertemuan-pertemuan yang lain pastinya," ungkapnya.
Namun demikian, Jazilul menyebut dalam pertemuan tersebut tak dibahas 17+8 Tuntutan Rakyat. Pertemuan tersebut juga tak membahas soal rencana membahas RUU Perampasan Aset.
"Enggak, enggak bahas itu. Kita tadi pada hal yang sangat umum. Satu kita dalam soliditas dalam memperbaiki DPR menjadi lebih baik kinerjanya," tuturnya.
Sebelumnya Ketua DPR RI Puan Maharani pimpin pertemuan antara pimpinan DPR dengan pimpinan-pimpinan fraksi partai politik di DPR. Pertemuan tersebut membahas transformasi DPR, termasuk aspirasi-aspirasi dari rakyat.
"Saya baru saja memimpin urun rembuk untuk tranformasi DPR," kata Puan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Wakil Ketua DPR yang hadir dalam agenda tersebut yakni Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustopa. Kegiatan tersebut dihadiri ketua-ketua fraksi di DPR.
"Semua Ketua Fraksi sepakat menghentikan tunjangan perumahan bagi anggota, dan melakukan moratorium kunjungan kerja bagi anggota dan komisi-komisi DPR," ujarnya.
Puan menyatakan DPR senantiasa terbuka dan melakukan evaluasi. Puan menegaskan DPR akan terus berbenah dan memperbaiki diri.
"Apa yang menjadi aspirasi masyarakat pasti akan kami jadikan masukan yang membangun," ujarnya.

