Poin Penting
| ● |
Transjakarta menyayangkan aksi anarkistis dalam demonstrasi Jumat (29/8/2025) malam |
| ● |
Massa juga membakar dua bus polisi dan menjarah barang dari eks Mapolres Metro Jakarta Pusat |
| ● |
Massa juga membakar dua bus polisi dan menjarah barang dari eks Mapolres Metro Jakarta Pusat |
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyayangkan aksi anarkistis yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam kericuhan demonstrasi pada Jumat (29/8/2025) malam.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani menyebut setidaknya ada lima halte Transjakarta yang dibakar oleh oknum tersebut.
Ia pun berharap, ke depannya seluruh masyarakat, khususnya para demonstran untuk menjaga fasilitas transportasi umum agar tetap bermanfaat bagi banyak orang.
"Transjakarta berterima kasih atas dukungan semua pihak, dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama saling jaga fasilitas publik, agar manfaatnya bisa terus digunakan oleh banyak orang," kata Ayu dalam keterangannya, dikutip Sabtu (30/8/2025) dini hari.
Berikut daftar halte Transjakarta yang dilahap si jago merah hingga pukul 01.00 WIB:
1. Halte Polda Metro Jaya
2. Halte Senen toyota rangga
3. Halte Sentral Senen
4. Halte Senayan BDKI
5. Halte Gerbang Pemuda
Secara terpisah, massa yang jumlahnya diperkirakan mencapai seratusan orang juga membakar dua unit bus polisi yang terparkir di eks gedung Mapolres Metro Jakarta Pusat di Jalan Kramat Raya, Jumat (29/8/2025) malam.
Dilansir dari Antara, Sabtu (30/8/2025) selain membakar dua unit bus tersebut, massa juga mengambil sejumlah barang yang berada di dalam gedung yang kini difungsikan sebagai markas Tim Gegana Korps Brimob Polri.
Diketahui, berbagai kelompok mahasiswa dan masyarakat kemarin menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Metro Jaya pada Jumat siang.
Demonstrasi tersebut digelar untuk mengungkapkan rasa kekecewaan dan sebagai bentuk protes atas jatuhnya korban dalam unjuk rasa di depan Gedung DPR kemarin. Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek daring, meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah kericuhan antara demonstran dan petugas kepolisian di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.