Fahri Hamzah Ungkap Pesan Prabowo soal Harga Rumah dan Target 3 Juta Hunian
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengungkapkan pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto terkait program perumahan nasional. Menurut Fahri, Presiden Prabowo secara tegas meminta Kementerian PKP untuk menekan harga rumah agar masyarakat dapat lebih mudah memiliki hunian yang layak.
"Presiden Prabowo berpesan, murahkan harga rumah. Tidak mungkin kita membangun rumah di atas tanah swasta, itu akan sangat mahal," kata Fahri dalam Diskusi Publik Rumah untuk Semua di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Pesan tersebut menjadi landasan Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah (Program 3 Juta Rumah) yang saat ini dijalankan Kementerian PKP. Fahri menegaskan, program tersebut tidak hanya bertujuan menyediakan hunian, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja, dan membantu mengentaskan kemiskinan.
"Jadi tugas utama Kementerian PKP bukan hanya membangun rumah, tapi memastikan tiga arahan Presiden Prabowo itu tercapai. Kami optimistis Program 3 Juta Rumah bisa direalisasikan," ujarnya.
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Dedek Prayudi, menambahkan bahwa Program 3 Juta Rumah merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo yang bertujuan mengoptimalkan APBN untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi kemiskinan.
“Masih ada 35 persen masyarakat Indonesia yang belum tinggal di rumah layak,” ungkap Dedek, yang akrab disapa Uki.
Baca Juga
Prabowo Perintahkan Bangun 2.000 Rumah di Papua, Menteri Ara: Kita Survei
Data pemerintah menunjukkan backlog kepemilikan rumah mencapai 9,9 juta keluarga, sementara 26,9 juta keluarga lainnya tinggal di rumah yang tidak layak huni. Penyebabnya antara lain akses pembiayaan yang sulit, kawasan permukiman yang tidak tertata, lemahnya perlindungan hukum bagi pembeli rumah, serta regulasi yang tumpang tindih. Dedek menekankan, jika kondisi ini tidak segera diatasi, ketimpangan sosial dan ekonomi akan semakin melebar.
Program 3 Juta Rumah ditargetkan membangun dan merenovasi 3 juta unit dalam lima tahun, yang mencakup 1 juta rumah di desa, 1 juta di pesisir, dan 1 juta di perkotaan. Program ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional ke-75.
Pemerintah menargetkan peningkatan rasio hunian layak dari 65,25 persen pada 2024 menjadi 74 persen pada 2029. Selain itu, program ini diharapkan menyerap ratusan ribu tenaga kerja di sektor konstruksi dan logistik, serta menggerakkan 185 sub-sektor industri konstruksi nasional.
Program 3 Juta Rumah juga diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dan menjadi fondasi keadilan sosial untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

