DBS Foundation-Dicoding Indonesia Gelar Coding Camp 2025 untuk Talenta Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation berkolaborasi dengan Dicoding Indonesia sukses menggelar program 'Coding Camp 2025 powered by DBS Foundation'. Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong menjelaskan bahwa DBS Bank Indonesia memiliki tiga pilar utama dalam menjalankan bisnis berkelanjutan.
Pilar pertama yakni Perbankan Bertanggung Jawab (Responsible Banking), pilar kedua Praktik Bisnis Bertanggung Jawab (Responsible Business Practice), dan pilar yang ketiga Dampak Melampaui Perbankan (Impact Beyond Banking).
"Melalui visi ini, kami berharap untuk membangun keberanian sosial dan finansial di antara komunitas-komunitas ini di antara ketidakpastian kehidupan, agar setiap hari menjadi lebih baik, dan esok menjadi lebih cerah," kata Lim dalam sambutannya di acara Kelulusan 'Coding Camp 2025 Powered by DBS Foundation' di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Gedung D, Sudirman, Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Lim menilai program pelatihan koding kepada para pelajar dan anak muda menjadi penting dalam menyikapi transformasi digital yang bergerak cepat. Pelatihan tersebut dinilai relevan untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan literasi digital peserta di dunia yang semakin berkembang.
"Jadi, inklusif adalah prinsip utama program ini. Kami percaya bahwa kemampuan digital tidak hanya sebuah keuntungan bagi beberapa orang, tetapi juga sebuah kesempatan untuk semua orang, memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal di masa depan digital," ujarnya.
Menurutnya program tersebut tidak hanya menyediakan pelatihan digital, tetapi juga dalam rangka menciptakan generasi yang mampu menyelesaikan masalah, menciptakan inovasi, serta diharapkan diharapkan dapat menjadi pemimpin yang akan membentuk ekonomi digital Indonesia.
"Hari ini bukanlah akhir, tetapi ini permulaan jalan-jalan yang besar. Kemampuan yang anda miliki, jaringan yang anda bina, dan pengalaman yang anda dapatkan akan memperoleh berbagai kesempatan dan mempengaruhimu ke masa depan yang anda mungkin tidak pernah bayangkan," ungkapnya.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek), Fauzan, mengapresiasi Coding Camp yang mampu mengasah hard skill dan membentuk soft skill, literasi keuangan, dan daya kritis. Program ini merupakan salah satu wujud nyata dari pendidikan yang beradaptasi dengan zaman.
"Ini merupakan cerita tekad energi dan kebersamaan dalam membangun fondasi sumber daya manusia unggul di bidang teknologi. Dunia membutuhkan juru coding terampil, dan pemikir yang mampu memadukan keterampilan teknis dengan kearifan nurani," tuturnya.
Chief Executive Officer Dicoding Indonesia Narenda Wicaksono mengapresiasi dukungan PT DBS Indonesia atas terselenggaranya 'Coding Camp 2025 Powered by DBS Foundation'. Narendra dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan sebuah pelatihan teknologi inklusif yang menyasar talenta dari seluruh penjuru Indonesia, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
"Komitmen DBS terhadap pendidikan inklusif sangat jelas. Program ini memberi akses pendidikan teknologi kepada masyarakat di 570 kota di seluruh Indonesia," ucapnya.
Narendra mengatakan program ini juga terbuka bagi penyandang disabilitas. Narendra juga menyoroti keikutsertaan peserta tunanetra dan tuli dalam pelatihan tersebut, yang kini bahkan telah bekerja sebagai developer.
"Ini bukti bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkarya," ujarnya.
Memasuki tahun ketiga dan guna mendorong dampak program yang lebih luas, program ini bertransformasi menjadi pelatihan intensif berdurasi 833 jam untuk siswa SMK dan 928 jam untuk mahasiswa. Melalui seleksi ketat dari 63.000+ pendaftar, terpilih 2.400 peserta dari kalangan mahasiswa dan 600 peserta dari kalangan siswa SMK yang berasal dari 575 sekolah dan kampus seluruh Indonesia. Sebanyak 32% di antaranya adalah perempuan, 93% dari kota kecil menengah, dan 625 orang berasal dari latar belakang ekonomi prasejahtera.
Narendra menyebut keberhasilan program ini tak lepas dari peran 391 instruktur kontributor dan 35 mentor, sebagian besar berasal dari industri.
"Ini menunjukkan bahwa pengajaran yang tulus dan berkualitas mampu menciptakan pengalaman belajar terbaik," ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi dapat terus berlanjut di masa mendatang untuk mencetak lebih banyak talenta digital dari seluruh pelosok negeri.

