Percepat Penyerapan Tenaga Kerja Terdidik, Cak Imin Dorong Skema Magang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, mendorong perusahan-perusahaan swasta membuka lebih banyak kesempatan magang untuk tenaga kerja terdidik demi mempercepat pengurangan angka pengangguran.
Cak Imin mengatakan, skema magang menjadi solusi atas ketidakcocokkan yang kerap terjadi antara kebutuhan dunia industri dengan pasar tenaga kerja. Menurutnya, melalui magang, para tenaga kerja terdidik akan diberikan kesempatan untuk dilatih hingga memenuhi standar yang dibutuhkan dunia industri.
“Jadi ada mismatch ya. Di tingkat industri level atas, kesulitan nyari pekerja yang sesuai kebutuhan. Di level para pekerja, kesulitan mencari pekerjaan,” katanya di Jakarta, Rabu (30/7/2025) dikutip dari keterangan tertulis.
Namun, ia menegaskan skema pemagangan tenaga terdidik untuk percepatan penyerapan tenaga kerja tidak boleh membebani para pelaku industri. Oleh karena itu, ia mendorong pemberian ragam insentif bagi perusahaan yang bersedia untuk membuka magang bagi tenaga kerja terdidik.
Baca Juga
Wahai Mahasiswa.. Magang di Pemerintahan Dapat Uang Saku Segini Lho
Terlebih, Cak Imin mengaku telah mendengar kebutuhan dan kendala dari perusahaan swasta terkait pemagangan dalam Rapat Tingkat Menteri Strategi Pemberdayaan Angkatan Kerja pada Senin (28/7/2025) lalu.
“Ada insentif pajak, ada insentif fasilitas, ada insentif lainnya (bagi perusahaan penerima magang), bahkan kedepan Insya Allah magang itu dibiayai oleh pemerintah,” ujar dia.
Lebih lanjut, Menko Muhaimin menjelaskan skema ini juga sebagai upaya memanfaatkan semakin meningkatnya tenaga kerja terdidik di Indonesia.
Pria yang juga menjabat ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan tenaga kerja produktif harus dimanfaatkan secara maksimal demi mempercepat pengentasan kemiskinan sesuai Inpres 8/2025.
“Kita kerja keras, supaya transisi antara pengangguran terdidik dengan lapangan kerja, mismatchnya tidak terjadi,” tuturnya.

