Bela Prabowo soal Anggaran Alutsista, AHY: Kita Tidak Pernah Tahu Kapan Perang
JAKARTA, investortrust.id - Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengkritik Menhan sekaligus calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto dengan menyebut pembelian alutsista justru menambah utang negara. Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membela Prabowo soal itu.
AHY menegaskan, sebuah negara memang harus menyiapkan alutsista dengan baik untuk mempertahankan kedaulatannya. Alutsista harus dipersiapkan karena perang tidak pernah bisa diprediksi kapan terjadi.
"Nggak mungkin perang dikasih tahu tahun depan perang atau dua tahun lagi begitu,” kata AHY saat mendampingi Prabowo pada debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024) petang.
Baca Juga
AHY mencontohkan, apa yang terjadi di Ukraina dan Rusia memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia, termasuk dunia. “Tetapi saya tetap menganggap penting bagi kita untuk meletakkan pririoritas pembangunan pertahanan ini secara terukur dan tepat sasaran," tandas dia.
AHY pun mengingatkan kembali slogan yang terkenal dari bahasa Latin, yaitu Si Vis Pacem, Para Bellum. Dia menegaskan kekuatan militer sangat dibutuhkan untuk menjaga perdamaian.
"Ada jargon dari zaman dulu hingga sekarang masih relevan, yaitu Si Vis Pacem Para Bellum. Jika sebuah negara ingin damai, jika kita ingin hidup damai di dunia ini maka kita harus siap berperang," tandas dia.
Baca Juga
Sentil Prabowo, Hasto: Banyak Utang Luar Negeri untuk Alutsista
Putra sulung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga mengaku biaya untuk pengadaan alutsista sangat tinggi sehingga harus terencana dan dipersiapkan dari waktu ke waktu.
"Sekali lagi, tidak ada waktu persiapan khusus bagi negara untuk menghadapi konflik, sengketa, apalagi menghadapi perang. Cost-nya memang tinggi sekali dan itu harus dipersiapkan dari waktu ke waktu," tutur dia.

