Fregat Terbesar Sejak KRI Irian, Hadiah Dari Prabowo Untuk TNI AL Akan Tiba Bulan September
Jakarta, investortrust.id – Kapal perang terbesar yang pernah dioperasikan oleh TNI AL adalah KRI Irian dengan panjang 210m dan berat penuh 16.640 ton. Dibeli dari Uni Sovyet pada tahun 1962, KRI Irian adalah salah satu kapal terbesar di belahan bumi selatan pada masa itu. KRI Irian pensiun dari tugas pada tahun 1970.
Sejak saat itu TNI AL tidak lagi memiliki dan mengoperasikan kapal perang dengan panjang lebih dari 130m. Kini TNI AL akan menerima fregat dengan panjang 143m dan bobot tempur (penuh) mencapai 6.270 ton pada bulan September 2025. Kapal itu adalah KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi dengan desinasi nomor lambung 320 dan 321.
Seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Pertahanan RI, pada awal Juli 2025 ini, Fincantieri sebagai produsen melangsungkan upacara serah terima (delivery ceremony) di galangan kapal mereka di Muggiano, La Spezia, Italia. Fincantieri menyerahkan secara simbolis kedua KRI, Brawijaya kepada perwakilan TNI AL. Dengan upacara penyerahan dan pelepasan pelayaran ini diperkirakan KRI Brawijaya akan tiba di Indonesia pada bulan September 2025.
Dalam siaran pers-nya Fincantieri menyebutkan upacara serah terima dihadiri oleh Chairman Fincantieri, Biagio Mazzota, Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Muhammad Ali yang mewakili Menhan Sjafrie Samsoeddin, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Italia Junimart Girsang, Kepala Staf Angkatan Laut Italia Laksamana Enrico Credendino dan Direktur Persenjataan Nasional Italia Laksamana Giacinto Ottaviani. Kehadiran mereka menggarisbawahi kolaborasi pertahanan yang kuat antara kedua negara.
Dalam sambutan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang disampaikan oleh Kasal bahwa sebagai kapal perang generasi baru, KRI Brawijaya-320 dilengkapi dengan sistem sensor canggih, persenjataan modern dan teknologi digital yang terintegrasi. Kapal ini dirancang untuk menghadapi berbagai ancaman di laut, termasuk yang bersifat kompleks dan multidimensi. Hal ini mencerminkan kesiapan Indonesia dalam membangun kekuatan pertahanan berbasis teknologi tinggi, sekaligus menjawab tantangan keamanan maritim di masa depan.
“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tekah bekerja keras mewujudkan keberhasilan ini. Penyerahan resmi KRI Brawijaya-320 adalah lambang kemajuan, kesiapsiagaan, dan kehormatan Indonesia. Semoga kapal ini tidak hanya membawa kekuatan, tetapi juga membawa harapan, menjaga perdamaian, dan mempererat kerja sama antarbangsa,” tutur Menhan Sjafrie dalam sambutan yang dibacakan Kasal. Dalam kesempatan yang sama, Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh turut dikukuhkan sebagai Komandan KRI Brawijaya-320.
Pembelian Yang Sangat Cepat
Sebelum diakuisisi oleh Kementerian Pertahanan Indonesia pada masa jabatan Prabowo Subianto, KRI Brawijaya 320, kapal yang akan memperkuat Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II ini, bernama ITS Marcantonio Colonna P433, yang tak lain sudah dalam fase produksi berdasarkan pesanan Angkatan Laut Italia. Sementara kapal kembarannya, yakni KRI Prabu Siliwangi 321, tadinya bernama ITS Ruggiero di Lauria P435.
KRI Brawijaya 320 dengan kapasitas 171 awak, dibangun dan diserahkan oleh Fincantieri dalam waktu yang sangat singkat kepada Angkatan Laut Indonesia, berkat sinergi pembangunan baru yang dilaksanakan oleh Group Fincantieri, merupakan yang pertama dari dua unit MPCS/PPA dan, bersama dengan kapal saudaranya, KRI Prabu Siliwangi 321.
Kapal-kapal ini akan menjadi kapal tempur terbesar di Angkatan Laut Indonesia, yang memperkuat stabilitas di kawasan Indo Pasifik dan menjaga kepentingan nasional Indonesia. Dengan kedua kapal ini TNI AL sedang merintis peran mereka dari semula Green Water Navy menuju Blue Water Navy.
PPA adalah kelas kapal perang dengan panjang 143 meter yang dapat dikonfigurasi untuk berbagai misi mulai dari operasi pengawasan maritim bertempo rendah yang ‘ringan’ hingga skenario pertempuran tingkat tinggi ‘pertempuran penuh’. Tergantung pada konfigurasinya, masing-masing kapal memiliki bobot antara 5.800 dan 6.300 ton.
Kapal perang ini juga mampu mengoperasikan kapal berkecepatan tinggi seperti RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) hingga sepanjang 11 meter melalui derek lateral atau jalur penarik pada stern ramp (rampa di buritan).
Guna menggantikan dua unit fregat PPA yang telah dijual ke Indonesia, Angkatan Laut Italia pada 26 Juni 2025, mengumkan adanya pesanan dua unit fregat PPA (tambahan) Multipurpose Combat Ships kepada Fincantieri.
Pesanan tersebut, yang menggantikan dua kapal PPA yang dijual ke Indonesia sebelum selesai, merupakan perpanjangan kontrak yang dikelola oleh Organisation for Joint Armament Co-operation (OCCAR) atas nama Fincantieri, sebagai kontraktor utama, dan Leonardo, sebagai mitra program.
Bagi Fincantieri, nilai kontrak untuk dua kapal baru tersebut sekitar EUR 700 juta, yang mencakup pekerjaan yang telah dilakukan pada kapal-kapal sebelumnya yang sekarang ditujukan untuk Indonesia. Dua kapal PPA baru akan dikirim dalam konfigurasi ‘Light Plus (+)’ di galangan kapal terpadu Riva Trigoso/Muggiano milik Fincantieri, dengan pengiriman dijadwalkan pada tahun 2029 dan 2030.

