Jagat Media Sosial Diributkan Dengan Radar Turkiye Untuk Fregat Masa Depan Indonesia
Jakarta, investortrust.id - Fregat masa depan Indonesia, Fregat Merah Putih yang sedang dibangun di dalam negeri oleh PT PAL dengan desain Arrowhead 140 dari Babcock Inggris dikabarkan akan dilengkapi dengan radar AESA multifungsi Mete Han buatan ASELSAN, yang menandai ekspor baru radar angkatan laut dari industri pertahanan Turkiye.
Kabar ini berdekatan dengan kedatangan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan ke Jakarta dalam kunjungan kenegaraan dan disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, (11/2/2025).
Sebuah brosur yang memperlihatkan peralatan fregat kelas Merah Putih dibagikan di media sosial. Peralatan tersebut dipisahkan menjadi “Kontrak Utama” dan “Disediakan Tempat Namun Tidak Termasuk atau Fit For But Not With (FFBNW)”.
Mengutip berita dari NavalNews, kontrak utama Turki meliputi radar AESA multifungsi Mete Han dan radar pencari CENK 200-N (MAR-D) untuk kontrol pendaratan helikopter, sonar yang dipasang di lambung FERSAH, dan peluncur umpan dari ASELSAN. Di sisi lain, HAVELSAN akan menyediakan sistem untuk ruang Combat Information Center (CIC), yang mungkin akan diubah menjadi versi ekspor, ADVENT Combat Management System (CMS).
Sebuah infografis dari sumber yang tidak diketahui ramai beredar di jagat maya, menunjukkan letak dan jenis sensor dan persenjataan Fregat Masa Depan Indonesia. Foto: Ist.
Mete Han adalah nama baru, tetapi konfigurasi dan ukurannya tetap menunjukkan bahwa radar ini mungkin merupakan radar AESA multifungsi AKREP 500-NI dari rangkaian radar multi-pita ÇAFRAD yang akan digunakan pada kapal perusak TF-2000 yang sedang dibangun untuk Angkatan Laut Turki. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ASELSAN telah mengembangkan solusi “ÇAFRAD Lite” untuk kapal perang yang lebih kecil seperti fregat termasuk fregat Merah Putih.
Berbagai piranti pengendus yang tercatat sebagai FFBNW adalah radar pencari AESA CENK 400-N (CENK-S) dan 64 VLS MİDLAS dari ROKETSAN. Dengan demikian bila benar kabar ini, Indonesia berpotensi memiliki fregat dengan radar AESA buatan Turkiye setelah kedatangan KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi yang sama-sama dilengkapi radar AESA buatan Leonardo, Italia.
CENK 400-N (CENK-S) saat ini digunakan dengan fregat kelas-I Angkatan Laut Turki TCG İstanbul (F-515) dan akan digunakan pada tujuh kapal kelas lainnya untuk mulai beroperasi. Perjanjian ekspor radar ke Indonesia diumumkan pada tahun 2024; dengan demikian, keputusan integrasinya mungkin telah disahkan.
NavalNews mengetahui bahwa brosur tersebut memiliki kesalahan ejaan di mana SAM ditulis sebagai "ASM". Jika Indonesia memutuskan untuk menempatkan Vertical Launch System (VLS) MiDLAS buatan Rocketsan Turkiye, fregat tersebut akan mampu menggunakan rudal HİSAR-D dan SİPER untuk menghajar target di udara serta versi peluncur vertikal rudal antikapal ATMACA untuk peperangan anti kapal selam (Anti Submarine Warfare/ASuW). Yang lebih penting, ini akan menandai ekspor pertama VLS MiDLAS dan rudal yang terkait dengannya.
Radar Dari Turkiye Bukan Kabar Baru
Penelusuran Investortrust di berbagai sumber, Fregat kelas Merah Putih adalah varian dari desain Arrowhead 140 milik Babcock, yang merupakan turunan dari fregat kelas Iver Huitfeldt milik Angkatan Laut Kerajaan Denmark, sedang dibangun oleh PT PAL Indonesia di Surabaya. Pembangunan kapal pertama di kelas tersebut dimulai dengan upacara pemotongan baja pada 9 Desember 2022. Lunas kapal akan diletakkan pada 25 Agustus 2025. Varian Arrowhead 140 juga sedang dikembangkan untuk angkatan laut lain, termasuk kelas Inspiration milik Inggris (Tipe 31) dan program Miecznik Angkatan Laut Polandia.
Pada tanggal 7 November 2022, Menteri Pertahanan kala itu, Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan kontrak kerjasama antara Indonesia dan Turkiye di ajang Indo Defence 2022. Penandatanganan dilakukan oleh Kabaranahan Kemhan RI Marsda TNI Yusuf Jauhari, bersama President & CEO Havelsan Dr. Mehmet Akif NACAR dan Chairman of the board Prof. Dr. Hacl Aki Mantar, pada Indo Defence Expo dan Forum 2022. Sejumlah kerja sama lainnya yang disepakati antara RI dan Turki di antaranya; penandatanganan kontrak kerja sama jual beli antara Kemhan dengan Havelsan, Turkiye, DEFEND ID/PT. PAL, PT. Noahtu Shipyard dan PT. Tesco Indomaritim dengan kegiatan sebagai berikut: CMS Offishore Patrol Vessel (OPV) Warship, CMS Offishore Patrol Vessel (OPV) 90 M Warship, CMS (KCR) 90 M Warship, CMS Frigate Warship.
Peralatan fregat masa depan Indonesia tersebut dikategorikan sebagai “Fitted For, But Not With” (FFBNW) dan “Main Contract Equipment”, dengan sebagian besar senjata dan sensor dipasok oleh perusahaan-perusahaan Turki (Aselsan, Meteksan, Roketsan, dan Havelsan) serta perusahaan-perusahaan pertahanan Italia (Leonardo dan ELT Group).
Tentang Fregat Merah Putih
Dengan desain dasar Arrowhead 140 milik Babcock, Inggris, fregat Merah Putih akan menjadi kapal tempur permukaan terbesar dan tercanggih yang pernah dibangun di dalam negeri. Dengan panjang 140 meter dan bobot mati 5.996 ton, fregat ini menandai tonggak penting dalam membangun kemandirian pembuatan kapal angkatan laut Indonesia.
Fregat Merah Putih akan memiliki propulsi gabungan diesel dan diesel (CODAD) dengan kecepatan maksimum 28 knot (beban penuh) dan daya tahan 9.000 nm pada kecepatan 18 knot.
Mayoritas rangkaian sensor fregat akan dipasok oleh perusahaan pertahanan terkemuka Turki, Aselsan. Salah satu komponen paling menonjol dari rangkaian ini adalah radar AESA multifungsi METE HAN, yang mengintegrasikan modul X-BAND dan IFF dari CAFRAD—radar pengawasan udara tercanggih Turki. CAFRAD ditetapkan untuk berfungsi sebagai sensor utama bagi kapal perusak TF-2000 AAW, yang pembangunannya dimulai bulan lalu.
Meskipun pejabat Indonesia belum mengungkapkan jadwal spesifik untuk proyek tersebut, tampaknya Indonesia dapat menjadi pelanggan pertama untuk radar ini, atau setidaknya versi yang diperkecil skalanya.
Selain rangkaian radar canggihnya, fregat tersebut akan dilengkapi dengan sistem manajemen tempur (CMS) ADVENT buatan Havelsan, yang dirancang untuk peperangan yang berpusat pada jaringan. Angkatan Laut Turki telah menguji radar CENK-S AESA dan radar pengawasan MAR-D bersama dengan ADVENT CMS pada fregat kelas I.

