BGN Pastikan MBG Berjalan Meski Libur Sekolah, Ini Mekanisme Pembagiannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski sekolah memasuki periode liburan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, terkait mekanisme pembagiannya, akan disesuaikan dengan sekolah masing-masing.
"Kadang-kadang anak sekolah itu datang dari jauh ke sekolah, kadang-kadang juga mereka liburan, jadi pembagian (MBG) ke sekolah hanya untuk sekolah-sekolah yang muridnya bersedia datang ke sekolah," ujar Dadan dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Sementara itu, untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, Dadan menuturkan akan dikirimkan ke Posyandu atau ke rumah masing-masing. Oleh sebab itu, BGN berkolaborasi dengan kader-kader Kemendukbangga/BKKBN untuk mendistribusikan ke Posyandu dan rumah masing-masing.
Lebih lanjut, Dadan menyebut, para kader Kementerian Kependudukan dan Pengembangan Keluarga (Kemendukbangga) yang ikut membantu menyukseskan program MBG akan ditambahkan terkait honor.
"Alhamdulillah kami sudah masukkan dalam pedoman kami bahwa kader-kader Kemendukbangga/BKKBN yang selama ini hanya diberi honor Rp 200-300 ribu akan kami tambahkan Rp 1 juta pak Menteri, jadi nggak usah khawatir, supaya mereka (kader) semakin semangat," ucap Dadan.
Di sisi lain, Dadan membeberkan bahwa dari 38 provinsi telah mencakup sekitar 5,59 juta penerima manfaat MBG. Saat ini, sudah ada sekitar 1.863 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) operasional.
"Total ini alhamdulillah kita sudah bisa memberi makan hampir seluruh penduduk Singapura. Jadi kalau ini Indonesia baru 2%, kalau Singapura sudah hampir 100%,” kata Dadan.
Selain itu, Dadan merinci penerima manfaat dari kelompok ibu hamil yang kini sudah diintervensi 18.000 orang, lalu ibu menyusui 30.000 orang. Sementara, anak balita telah dilakukan intervensi 85.920 orang.
“Memang belum terlalu banyak, tapi saya yakin ketika nanti kita lakukan rapat dengar pendapat (RDP) bulan depan, angka ini akan wajib tinggi karena mulai dari minggu ini,” tambah Dadan.
Asal tahu saja, BGN memiliki target di tahun 2025 ini untuk meningkatkan jumlah SPPG menjadi 30.000 pada bulan November dengan 82,9 juta penerima manfaat.

