JK: Demokrasi Alat untuk Mencapai Tujuan Masyarakat Adil Makmur
JAKARTA, investortrust.id – Setiap kali momen pemilihan umum (Pemilu) berlangsung, kata demokrasi sering terucap, juga diskusi terkait tema demokrasi begitu banyak digelar.
Tapi sejatinya demokasi bukanlah tujuan, demokrasi tidak lebih sebagai alat dan sistem untuk mencapai tujuan masyarakat adil dan makmur.
Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, mengingatkan hal itu pada acara pembukaan Habibie Democracy Forum, yang digelar dalam rangka perayaan hari ulang tahun ke-24 The Habibie Centre di Jakarta, Rabu (15/11/2023).
JK, sapaan akrabnya, mengatakan, orang cenderung memaknai demokrasi berbeda-beda, tergantung kepentingan masing-masing. Bahkan di dunia konsep demokrasi yang dijalankan setiap negara pun berbeda-beda. ‘’Tapi apa pun sistem demokrasi yang dijalankan, di dunia mana pun tujuannya sama yaitu mencapai kesejahteraan rakyat, mencapai masyarakat adil makmur,’’ papar JK.
JK mencontohkan sistem demokrasi yang berjalan di Singapura, mirip-mirip dengan demokrasi terpimpin yang pernah ada pada zaman Bung Karno. Di negeri singa itu kata JK, hanya ada 2 atau 3 dari 100 orang anggota parlemen yang oposisi.
Baca Juga
Dengan begitu pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Lee Kuan Yee saat itu bersifat mutlak, kebijakannya tanpa check and balances. “Namun karena Singapura makmur dan rakyatnya sejahtera, maka pemerintahan berjalan lancar, Lee Kuan Yee bahkan telah berkuasa lebih dari 20 tahun,’’ tutur JK.
JK juga mencontohkan sistem yang berjalan di China. Di sana pemimpinnya condong otoriter, tapi bukan berarti mereka tidak demokratis. Mereka menjalankan demokrasi dengan caranya sendiri demi mencapai tujuan kesejahteraan rakyatnya. ‘’Jadi demokrasi tidak universal, tergantung cara pemimpin masing-masing negara menjalankannya,’’ tutur JK.
Baca Juga
Dampingi Jokowi Bertemu Biden, Mendag: Indonesia-AS Sepakat Tingkatkan Perdagangan
Sebaliknya Amerika Serikat yang mengaku negara paling demokratis sedunia dinilai JK justu mengalami kemunduran demokrasi sejak era Donald Trump. Kondisinya makin mundur setelah era Joe Biden, akibatnya terjadi protes dan demontrasi besar di sana, massa bahkan menduduki gedung kongres.
Kemunduran demokrasi kata JK tampak dari makin menurunnya kondisi ekonomi bahkan mengarak pada krisis ekonomi di negeri Paman Sam tersebut. ‘’Biasanya ketika terjadi krisis ekonomi terjadi akan diikuti oleh krisis politik dan krisis sosial yang berujung pada jatuhnya pemerintahan,’’ imbuhnya.
Di Indonesia faktanya sudah ada, di mana kejatuhan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto dipicu oleh dua krisis yang terjadi secara bersamaan, politik dan ekonomi. ‘’Bisa juga salah satu krisis lebih dulu terjadi lalu memicu terjadinya krisis lain,’’ kata JK.

