KAI Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2024 pada 6 April, Ada 201.476 Penumpang Kereta
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Didiek Hartantyo memprediksi puncak volume angkutan mudik Lebaran 2024 akan terjadi pada Sabtu, 6 April 2024. Didiek menyebut pada hari itu total penumpang kereta mudik Lebaran 2024 mencapai 201.476 penumpang.
“Prediksi puncak volume angkutan mudik akan terjadi pada Sabtu, 6 April 2024,” kata Didiek saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi VI DPR dengan BUMN jasa logistik, dipantau secara daring, Rabu (3/4/2024).
Baca Juga
Ini SKB yang Mengatur Pembatasan Angkutan Barang di Lebaran 2024, Cek Rinciannya
Dari paparannya, total penumpang tersebut terbagi ke beberapa jenis kereta. Untuk kereta jarak jauh komersial, terdapat 131.711 penumpang, kereta jarak jauh subsidi (PSO) sebanyak 38.105 penumpang, kereta lokal komersial 15.364 penumpang, dan kereta lokal subsisi (PSO) sebanyak 16.236 penumpang.
Didiek mengatakan penumpang tidak berkurang saat Hari Raya Idulfitri 2024 yang jatuh pada 10 April 2024. Pada hari itu, KAI mencatat sebanyak 172.732 penumpang telah memesan tiket.
“Dan tanggal 11 April sebesar 220.769 penumpang,” ujar dia.
Sementara itu, kata Didiek, KAI memprediksi puncak arus balik penumpang terjadi pada Minggu, 14 April 2024. Pada tanggal tersebut terdapat 241.891 penumpang yang kembali pulang.
Penumpang dari kereta jarak jauh komersial masih mendominasi dengan 156.547 penumpang, disusul kereta jarak jauh subsidi sebesar 43.702, kereta lokal komersial 15.874 penumpang, dan kereta lokal subsidi sebesar 25.768 penumpang.
Didiek mengatakan, berdasarkan pantauan penjualan tiket hingga hari ini pukul 08.00 WIB, tiket mudik dari H-5 hingga H-1 sudah terjual di atas 80%.
“Secara total, rerata untuk mudik H-10 sampai H-1 sudah 82% tiket yang terjual, sementara rerata hari balik H+1 sampai H+10 sudah mencapai 63% tiket yang terjual,” kata dia.
Baca Juga
Sambut Arus Mudik, Hutama Karya Fungsionalkan Jembatan Kaligawe Tol Semarang-Demak
Didiek mengatakan rata-rata penjualan tersebut membuktikan, para pemudik dengan kereta jarak jauh telah mempersiapkan tiket kepulangan ke kota asal sejak keberangkatan. Sementara itu, untuk pemudik dengan kereta lokal, realisasinya penjualan tiket relatif rendah karena dapat dibeli menjelang keberangkatan.
“Kereta api lokal relatif rendah (penjualan tiketnya) karena bisa dibeli selama 7 hari sebelum perjalanan atau kebanyakan go show,” kata dia.

