Garuda Indonesia Catat 82.000 Penumpang pada Puncak Mudik Lebaran 2024
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Irfan Setiaputra mengatakan puncak mudik Lebaran 2024 terjadi pada Sabtu (6/4/2024). Bahkan, penumpang Garuda Indonesia tercatat sekitar 82.000 orang.
“Jadi arus puncak (mudik) kejadian tanggal 6 April. Pas hari Sabtu itu total kita Garuda dan Citilink sekitar 82.000 (penumpang). Memang setelah itu agak menurun, hari ini mungkin sekitar 40 ribuan lah,” kata Irfan ketika ditemui di acara halalbihalal Lebaran 2024 di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2024).
Baca Juga
Ini Dia Penyakit Kronis yang Bisa Kambuh di Minggu Pertama Lebaran
Irfan menyampaikan, dalam menyambut libur Lebaran 2024, Garuda Indonesia bersama anak perusahaannya, Citilink, mengadakan program promosi “Lebaran ke Jakarta”. Promo ini menawarkan potongan harga hingga 75% untuk sejumlah rute penerbangan menuju Jakarta.
“Kita sekarang masih mendorong teman-teman untuk yang lebaran ke Jakarta. Diskon bisa sampai 75%,” lanjut Irfan.
Terkait armada penerbangan, kata Irfan, Garuda Indonesia sudah menyiapkan sekitar 56 unit pesawat pada masa Angkutan Lebaran 2024 ini.
“Sudah kita siapkan dari awal. Jadi sudah cukup, sekitar 56 totalnya, semuanya lancar,” tandas dia.
Irfan menerangkan, rata-rata okupansi penumpang Garuda Indonesia di periode arus mudik kemarin kurang lebih sekitar 70%.
“Kita sih di angka 70-an (persen) Garuda,” imbuh dia.
Berbeda dengan Garuda Indonesia, maskapai Citilink memiliki rata-rata okupansi sekitar 80%.
Rute penerbangan favorit, kata Irfan, adalah Kota Denpasar, Bali.
“Tetap Denpasar yang paling ramai (penerbangannya). Nanti yang kembali (arus balik) juga pasti Denpasar yang paling ramai,” ujar dia.
Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran
Garuda Indonesia memprediksi puncak arus balik Lebaran 2024 di Minggu, 14 April 2024. Irfan menyebutkan, ada beberapa pesawat yang terlambat namun masih bisa diatasi.
“Kita proyeksikan 14 (April) ya, kira-kira sekitar 80.000-an (penumpang) juga. Dan so far sih ada satu atau dua penerbangan mulai terlambatan, tetapi alhamdulillah enggak ada masalah serius,” kata dia.
Baca Juga
Kelanjutkan Merger Citilink dan Pelita Air, Bos Garuda (GIAA) Ungkap Hal Ini
Adapun penyebab dari keterlambatan pesawat yakni faktor cuaca. Bahkan, penerbangan Garuda Indonesia harus dialihkan ke bandara di kota lain.
“Kemarin memang (terlambat), masalah hujan kan. Jadi, kemarin ada penerbangan ke Banda Aceh divert (dialihkan) ke Medan. Yang dari Banda Aceh mau ke Jakarta itu 2 jam lebih delay-nya,” jelas Irfan.
