Luhut Pandjaitan Pilih Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan memilih Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Luhut menyebut Prabowo merupakan orang yang tepat untuk menjadi presiden kedelapan RI.
"Kita pilih orang yang tepat untuk menjadi presiden Republik Indonesia tanggal 14 ini tepat. Saya pribadi memilih Pak Prabowo. Alasan saya sangat sederhana. Keberlanjutan," kata Luhut dalam video yang diunggah akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan yang dikutip Sabtu (3/2/2024).
Selain itu, Luhut mengatakan, Prabowo memiliki semangat NKRI dan membuktikan kinerjanya selama ini.
"Saya sekali lagi Luhut Binsar Pandjaitan pilih Prabowo karena menurut saya dia pilihan terbaik untuk presiden pada saat ini. Dan itu akan membawa kemajuan ke Indonesia dan membawa keberlanjutan Indonesia," kata Luhut.
Baca Juga
Dalam kesempatan ini, Luhut Pandjaitan berharap Indonesia kembali damai dan bersatu setelah hari pemungutan suara. Ditekankan Luhut, dalam pemilu tidak ada pihak yang menang dan kalah karena yang menang adalah NKRK.
"Setelah tanggal 14 kita sudah coblos kita damai lagi guyub lagi jangan lagi datang dengan kata-kata yang tidak bagus. Kita harus berdamai karena nanti 5 tahun lagi ada pesta demokrasi. Mari kita berpesta demokrasi dengan baik dan santun supaya Indonesia ini menjadi bagus. Tidak ada yang menang, yang menang adalah NKRI," kata Luhut.
Dalam keterangan unggahan itu, Luhut menceritakan momen saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memenangkan Pilpres 2019 bertemu dengan Prabowo untuk pertama kalinya setelah pilpres pada 14 Juli 2019. Luhut menilai pertemuan antara dua rival itu sebagai sesuatu yang indah.
"Presiden RI terpilih, @jokowi dengan Pak @prabowo yang menjadi lawannya, duduk berdampingan di dalam MRT. Saya tidak tahu pasti isi pembicaraan beliau berdua, tetapi saya yakin seluruh masyarakat Indonesia saat itu juga sama bahagianya dengan saya yang melihat dua negarawan ini akhirnya berpelukan," katanya.
Luhut meyakini pertemuan itu terjadi karena kebesaran hati Jokowi dan keikhlasan Prabowo. Luhut menyatakan Prabowo yang dikenalnya selama 40 tahun sejak sama-sama tergabung di Kopassus, merupakan sosok yang konsisten, pemberani, dan rasional dalam berpikir.
"Beliau juga seseorang yang penuh dengan idealisme, dan jiwa patriot," kata Luhut.
Luhut mengaku senang saat Prabowo menggandeng putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres yang mendampinginya di Pilpres 2024. Menurut Luhut, keputusan politik itu menunjukkan Prabowo tidak pernah memandang sebelah mata orang lain.
"Karena boleh jadi mereka punya kemampuan khusus yang selama ini tak terlihat karena tidak mendapat kesempatan. Idealisme dan konsistensi dalam bersikap Pak Prabowo, serta keterwakilan anak muda dalam diri Mas Gibran, memantapkan saya untuk memilih pasangan ini pada 14 Februari 2024 nanti sebagai pelanjut tongkat estafet kepemimpinan yang akan membawa negeri ini menuju visi besar Indonesia Emas 2045," paparnya.
Baca Juga
Luhut berharap masyarakat memilih pemimpin yang tepat sesuai kebutuhan dan tantangan zaman saat ini. Berkaca pada ujian yang terjadi belakangan ini, seperti pandemi Covid-19, konflik geopolitik, dan ancaman perubahan iklim, Luhut menyatakan Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani sekaligus bisa bersahabat dengan seluruh negara, baik negara maju maupun negara berkembang.
"Namun, yang lebih penting adalah pesta demokrasi lima tahunan ini bisa berlangsung dengan suka cita dan gembira. Rayakanlah perbedaan pilihan kita dengan cara yang santun dan penuh dengan rasa persatuan dan kesatuan.Karena siapapun yang terpilih menjadi pemimpin, pemenang sesungguhnya adalah rakyat Indonesia," katanya.

