Suara PSI Melonjak di Real Count KPU Jadi 3,13%, Grace Natalie: Wajar
JAKARTA, investortrust.id - Perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berdasarkan hasil penghitungan atau real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) sementara ini melonjak.
Pada Kamis (29/2/2024) pukul 10.00 WIB, perolehan suara PSI berkisar pada angka 2.171.907 suara atau 2,86%. Namun, hanya dalam rentang tiga hari atau hingga Sabtu (2/3/2024) pukul 23.00 WIB melonjak menjadi 2.402.834 suara atau 3,13%.
Dengan perolehan suara ini, PSI yang kini dipimpin putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep itu hanya membutuhkan kurang dari 1% suara, tepatnya 0,87 persen suara untuk mencapai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 4% agar bisa masuk ke Senayan.
Baca Juga
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie menilai wajar lonjakan perolehan suara PSI. Menurutnya, penghitungan suara terjadi karena KPU masih melakukan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2024.
Untuk itu, Grace Natalie mengingatkan semua pihak tidak tendensius dalam menyikapi lonjakan suara PSI.
“Penambahan termasuk pengurangan suara selama proses rekapitulasi adalah hal wajar. Yang tidak wajar adalah apabila ada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini dengan mempertanyakan hal tersebut,” kata Grace Natalie dikutip dari Antara, Sabtu (2/3/2024) malam.
Grace mengatakan, berbagai kemungkinan masih dapat terjadi selama KPU masih merekapitulasi suara Pemilu 2024. Grace optimistis partainya dapat mencapai ambang batas parlemen.
"Apalagi hingga saat ini masih lebih dari 70 juta suara belum dihitung dan sebagian besar berada di basis-basis pendukung Jokowi di mana PSI mempunyai potensi dukungan yang kuat,” katanya.
Survei dan quick count yang dilakukan sejumlah lembaga memperkirakan PSI memperoleh 2,66% suara. Dengan demikian, terdapat perbedaan hingga 0,47% dibanding real count KPU sejauh ini. Menanggapi hal ini, Grace menyatakan, perbedaan perolehan suara itu tidak hanya dialami PSI, tetapi juga partai-partai lain.
Baca Juga
Quick Count Indikator Politik: PDIP 16,7%, PSI dan PPP Gagal Masuk Senayan
Grace menyebut dari hasil quick count Indikator Politik Indonesia, suara PKB dan Partai Gelora lebih besar di rekapitulasi suara KPU dibandingkan dengan hasil hitung cepat. Untuk itu, Grace menyesalkan penilaian sejumlah pihak yang dinilainya tendensius terhadap PSI.
“Kenapa yang disorot hanya PSI? Bukankah kenaikan dan juga penurunan terjadi di partai-partai lain? Dan itu wajar karena penghitungan suara masih berlangsung,” kata Grace.
Dia pun mengajak seluruh pihak bersikap adil dan proporsional.
"Kita tunggu saja hasil perhitungan akhir KPU. Jangan menggiring opini yang menyesatkan publik,” katanya.

