Ma'ruf Amin: Tak Mudah Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Presiden (Wapres) ke-13 RI Ma'ruf Amin buka suara perihal rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengevakuasi 1.000 warga Gaza ke Indonesia. Ma'ruf meyakini tidak mudah bagi pemerintah untuk melakukan evakuasi terhadap warga Gaza ke Indonesia.
Menurutnya, saat ini yang paling penting dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah dengan menunjukkan dukungannya terhadap kemerdekaan bangsa Palestina.
Baca Juga
Siap Tampung 1.000 Warga Gaza, Gubernur Bengkulu: Tergantung Keputusan Prabowo
"Saya kira yang penting itu bagaimana mengatasi kesulitan yang ada di Gaza dengan cara apa pun. Kalau itu (evakuasi warga Gaza) bisa menyelesaikan, ya tidak ada masalah," ungkapnya saat ditemui dalam agenda halalbihalal di kediaman Menko PM Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Jakarta, Minggu (20/4/2025) malam.
Ketua dewan syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun menyarankan apabila sulit untuk mengevakuasi warga Gaza, pemerintah Indonesia sebaiknya memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada masyarakat Palestina.
"Buat memindahkan juga hal yang tidak mudah kan, tetapi juga bantu di sana juga tidak mudah, jadi mana yang paling mungkin kita memberi bantuan," jelasnya.
Diberitakan Presiden Prabowo Subianto menegaskan rencana mengevakuasi 1.000 warga Palestina di Gaza yang terluka akibat serangan militer Israel bukan untuk merelokasi mereka. Dengan demikian, Prabowo menyatakan rencana evakuasi itu hanya bersifat sementara. Jika situasi di Gaza kembali stabil, para penyintas perang yang dievakuasi itu nantinya akan dipulangkan kembali ke sana.
“Tidak, tidak, tidak (relokasi). Kita ini untuk membantu,” kata Prabowo seusai menghadiri Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2025 di Gedung Nest Convention Center, Antalya, Turki, Jumat (11/4/2025).
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Rencana Evakuasi 1.000 Warga Gaza ke Indonesia Bukan Relokasi
Prabowo menekankan, rencana evakuasi warga Gaza itu masih dikonsultasikan ke para pemimpin Palestina dan sejumlah pemimpin negara di kawasan Timur Tengah. Rencana ini, kata Prabowo, didasari keinginan Indonesia membantu warga Palestina yang menderita akibat serangan Israel.
“Ya, itu tawaran kami untuk ikut serta membantu masalah kemanusiaan, penderitaan rakyat Palestina yang begitu dahsyat. Kami ingin berbuat sesuatu,” katanya.

