PCO Keliling Bengkulu Sosialisasikan Program Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) berkeliling Provinsi Bengkulu untuk menyosialisasikan program Presiden Prabowo Subianto. Diketahui, Prabowo bertekad memujudkan visi Indonesia Emas pada 2045 dengan 8 Asta Cita, 17 program prioritas, dan 8 program hasil terbaik cepat (PHTC). Salah satu poin penting dari Asta Cita, program prioritas, dan PHTC Prabowo adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Ricky Tamba mengatakan, kerja keras pemerintah akan meningkatkan meningkatkan kesejahteraan rakyat yang pada akhirnya berujung pada kemajuan bangsa.
"Semua sektor dan lapisan masyarakat harus terus disentuh, misalnya kalangan pedesaan yang mayoritas berpenghidupan di pertanian, perkebunan dan peternakan. Presiden menjalankan pemerintahan dengan 8 Asta Cita, 17 program prioritas, dan 8 PHTC. Semuanya harus dapat diakses maksimal hingga tingkatan akar rumput," kata Ricky dalam keterangannya, Sabtu (19/4/2025).
Baca Juga
Dalam rangkaian kegiatan di Bengkulu, Ricky berdiskusi dengan para aktivis sosial dan relawan Prabowo-Gibran. Pemahaman dan peran mereka diharapkan mengakselerasi implementasi berbagai program yang sudah, sedang, dan akan terus pemerintah jalankan.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo, peningkatan komunikasi publik adalah bagian penting kerja nyata yang tentu saja harus semakin memperluas keterlibatan publik di mana pun," ujar Ricky.
Bertempat di Desa Jenggalu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Ricky menghadiri peluncuran program percepatan swasembada pangan berupa penanaman jagung yang diinisiasi oleh Jaringan Pendamping Kebijakan dan Pembangunan (JPKP). Ratusan petani, tenaga profesional pendamping desa, penyuluh pertanian, dan pejabat di wilayah setempat ikut menyaksikan kegiatan ini.
"Salam dari Presiden Prabowo, Wapres Gibran, dan Kepala PCO Hasan Nasbi untuk bapak ibu semua. Terima kasih banyak atas perjuangan memastikan swasembada pangan khususnya dengan penanaman jagung di lahan eks HGU Sahabudin yang secara bertahap akan mencapai ratusan hektar," ujar Ricky dalam sambutannya.
Ricky mengatakan, Prabowo sejak puluhan tahun lalu berkomitmen menyejahterakan kaum tani. Prabowo telah mengeluarkan berbagai instruksi presiden (inpres) dan peraturan presiden (perpres) yang menyangkut ketahanan pangan yang merupakan bagian dari 8, 17, 8.
Beberapa di antaranya, Prabowo menginstruksikan Bulog menyerap jagung dengan HPP Rp 5.500, . Prabowo juga mengeluarkan kebijakan mendukung optimalisasi swasembada jagung dengan peningkatan produksi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan, dan penguatan cadangan jagung pemerintah melalui penyerapan dengan target 1 juta ton CJP. Peningkatan produktivitas juga dilakukan melalui penguatan sentra jagung potensial, yakni Bengkulu, NTB, Lampung, dan daerah lain. Tak hanya itu, Kepala Negara juga membentuk Koperasi Desa Merah Putih untuk meningkatkan usaha perekonomian masyarakat.
"Pesan Presiden agar masyarakat terus rukun, bersatu, dan bergotong royong dalam perjuangan membantu menyukseskan swasembada ketahanan pangan yang merupakan tugas mulia dari pemerintah bersama rakyat dalam mewujudkan Indonesia maju, adil, dan makmur," ujar Ricky.
Baca Juga
Sekjen JPKP, Herlina mengatakan, JPKP secara masif terus mengampanyekan program kerja strategis ketahanan pangan Presiden Prabowo. Kali ini melalui gerakan menanam jagung, JPKP menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jenggalu untuk memanfaatkan lahan yang sudah tidak produktif eks HGU Sahabudin yang sudah ada penetapan pengadilan.
"Ini merupakan pilot project di wilayah Sumatera dan akan terus digalakkan di seluruh Indonesia," jelas Herlina.
Lahan-lahan yang sudah tidak produktif, lanjut dia, harusnya bisa menjadi nilai ekonomis untuk kesejahteraan desa dan rakyat, bukan untuk dimiliki apalagi dikuasai oleh mafia tanah yang merugikan negara. Pemberdayaan ekonomi masyarakat desa bisa berjalan dengan baik melalui BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih dalam mengelola sumber daya alam dan potensi usaha yang ada.

