Keanggotaan RI dalam BRICS Diharapkan Sejalan dengan Semangat KAA Bandung 1955
JAKARTA, Investortrust.id -- Habibie Center dan Kedutaan Besar India menggelar diskusi bertajuk "Indonesia and Brics: Learning From Indian Experience" di Kantor Habibie Center, Kemang, Jakarta, Kamis (17/4/2025). Ketua Dewan Pengawas Habibie Center Ilham Habibie dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan semangat Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung sebagai landasan moral dan filosofis dalam keterlibatan Indonesia di BRICS.
Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam BRICS tidak bisa dilepaskan dari semangat Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955. Indonesia menjadi penggerak utama kegiatan tersebut. Konferensi tersebut kemudian menjadi tonggak lahirnya semangat Gerakan Non-Blok.
"Indonesia merupakan salah satu inisiator, atau setidaknya tuan rumah, Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955. Saya pikir, secara umum, sikap ideologis dan filosofi bangsa kita sangat berkaitan dengan semangat tersebut," kata Ilham.
Ilham mengaku sempat merasakan perasaan campur aduk ketika pertama kali mendengar bahwa Indonesia akan bergabung dengan BRICS. Sebab menurutnya ide awal BRICS dibentuk bukan sebagai aliansi politik atau ekonomi.
"Itu bermula dari ide investasi oleh Goldman Sachs, sebuah konsep yang menarik bagi investor, bukan koordinasi politik atau ekonomi," ujar Ilham.
Baca Juga
Ilham juga menyoroti susunan keanggotaan BRICS hari ini. Tiongkok yang awalnya dianggap sebagai negara berkembang, kini dalam konteks geopolitik global bukan lagi negara berkembang. Begitu pun Rusia yang dulunya merupakan bagian dari dunia kedua, kini telah menjadi kekuatan utama khususnya di Kawasan Eropa.
"BRICS bukanlah klub yang mudah, ini bukan kumpulan negara yang tidak memiliki konflik atau perbedaan. Bahkan bentuk pemerintahan di antara mereka pun beragam. Ada demokrasi terbuka seperti India, Indonesia, dan Brasil," ungkapnya.
Ilham mendorong untuk tetap berpikiran terbuka dan melihat apa saja yang bisa dilakukan untuk mendorong kemajuan Indonesia. "Dalam konteks ini, saya pikir sangat relevan jika kita kembali pada semangat Bandung, karena Indonesia dan India sama-sama merupakan bagian dari pengalaman dan semangat itu," tuturnya. (C-14)
Baca Juga
Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Ingin Gabung OECD hingga BRICS

