Mendagri Sebut Skenario Retret Kepala Daerah Gelombang Kedua Sudah Disusun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan skenario retret kepala daerah gelombang kedua sudah disusun. Hal itu disampaikan Tito Karnavian saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Tito tiba di Istana Kepresidenan Jakarta untuk menghadiri pelantikan Hidayat Arsani dan Hellyana sebagai gubernur dan wakil gubernur (wagub) Bangka Belitung (Babel) serta John Tabo dan Ones Pahabol sebagai gubernur dan wagub Papua Pegunungan oleh Presiden Prabowo Subianto. Tito mengatakan, Hidayat Arsani, Hellyana, John Tabo, dan Ones Pahabol akan turut serta dalam retret kepala daerah gelombang kedua.
"Nanti ini akan ditambah yang dua ini jadi sudah kita buat skenario nanti kita tambah yg dua ini," kata Tito.
Baca Juga
Seusai Ikut Retreat, para Kepala Daerah Siap Bertarung untuk Kesejahteraan Rakyat
Tito belum membeberkan skenario retret kepala daerah gelombang kedua. Termasuk mengenai lokasi dan jumlah peserta.
"Nanti akan ada beberapa skenario," katanya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan ada sebanyak 49 kepala daerah yang belum mengikuti retret. Dari jumlah itu, sebagian akan mengikuti retret kepala daerah.
Para kepala daerah yang akan mengikuti retret gelombang kedua, yakni para kepala daerah di Bali yang tidak sempat mengikuti gelombang pertama dan kepala daerah yang sempat menghadapi gugatan di MK.
"Sebagian dari ini akan mengikuti gelombang kedua, yaitu yang teman-teman di Bali nggak sempat ikut, kemudian ada yang gugatannya ditolak di Mahkamah Konstitusi," kata Bima Arya di Solo, Kamis (3/4/2025).
Baca Juga
Prabowo Salat Jumat di Tenda Ibadah Peserta Retreat Kepala Daerah
Bima belum mengungkap lokasi retret gelombang kedua. Bima Arya hanya menyebut konsep retret gelombang kedua akan lebih sederhana karena kepala daerah yang mengikutinya lebih sedikit dibanding gelombang pertama.
Mantan Wali Kota Bogor itu menyebut nantinya terdapat retret gelombang ketiga yang akan digelar setelah seluruh rangkaian pemungutan suara ulang (PSU) selesai.

