Legislator Nasdem Dukung Prabowo Hapus Kuota Impor, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem Asep Wahyuwijaya mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto menghapus kuota impor. Anggota Komisi VI DPR itu menilai kebijakan Prabowo tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan sistem perdagangan yang lebih adil, terbuka, dan transparan.
“Semangat Presiden Prabowo untuk menjadikan kebijakan kuota importasi menjadi lebih terbuka tentu harus kita dukung penuh,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (16/4/2025).
Baca Juga
Kuota Impor Mau Dihapus, Bos Bapanas: Tidak Dibuka Semuanya, Tapi untuk Komoditas yang Kurang
Asep menyoroti, selama ini sistem kuota impor cenderung eksklusif dan diskriminatif. Bahkan, Asep menyebut sistem kuota impor selama ini hanya menguntungkan segelintir pelaku usaha tertentu.
“Alasannya sederhana saja, agar para pemainnya tidak itu-itu saja dan hanya berlaku untuk kalangan tertentu (kartel). Kesan kamarnya gelap tak bisa dihindarkan,” ujar dia.
Asep menyampaikan keinginan Prabowo untuk menjadikan aturan impor lebih transparan dan adil merupakan langkah maju dalam reformasi kebijakan perdagangan. Namun demikian, dia memberi catatan penting agar kebijakan ini tidak boleh merugikan pelaku industri lokal.
“Kebijakan penghapusan kuota impor ini tentu jangan sampai menghancurkan komoditas produk dalam negeri sendiri. Jangan sampai semuanya menjadi serba impor. Agar prinsip keadilannya terpenuhi, membatasi komoditasnya dan menentukan waktu impornya pun bisa saja dilakukan,” jelas Asep.
Asep menegaskan memperkuat ketahanan industri dan pangan dalam negeri harus tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Untuk itu, Asep mendorong kementerian terkait melakukan kajian yang matang untuk menjamin cita-cita swasembada pangan tidak terganggu.
“Jangan sampai kebijakan Presiden ini dibajak oleh para pemain impor yang hanya memanfaatkan celah untuk mencari keuntungan semata, namun justru menghancurkan petani, peternak, nelayan, dan pelaku industri kita sendiri,” bebernya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta penghapusan kuota impor terutama terhadap komoditas yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Negara mengungkapkan telah memberikan instruksi langsung kepada jajaran terkait untuk menghilangkan mekanisme kuota yang dapat menghambat kelancaran perdagangan.
Pernyataan penghapusan tersebut disampaikan Prabowo pada sesi dialog pada acara Sarasehan Ekonomi yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa (8/4/2025).
“Tapi yang jelas, Menko kemarin, Menteri Keuangan, Gubernur BI ada, Ketua DEN ada. Saya sudah kasih perintah untuk hilangkan kuota-kuota impor. Terutama untuk barang-barang yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Siapa yang mampu, siapa yang mau impor, silakan, bebas. Tidak lagi kita tunjuk-tunjuk hanya ini yang boleh, itu tidak boleh,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk merampingkan birokrasi serta memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha. Selain itu, Prabowo juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang mendukung penciptaan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Para pengusaha itu menciptakan lapangan kerja. Pengusaha itu adalah pelaku yang di depan. Oke, dia boleh cari untung, enggak ada masalah, tetapi kita juga minta para pengusaha bayar pajak yang benar,” ucapnya.
Baca Juga
Soal Bebaskan Kuota Impor, Wamentan Pastikan Tak Matikan Industri Dalam Negeri
Pada kesempatan tersebut, salah satu komoditas yang disampaikan oleh Prabowo terkait kebijakan kuota impor, yakni daging. Prabowo menginstruksikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Budi Santoso untuk membuka peluang impor bagi siapa pun.
“Siapa saja boleh impor. Mau impor apa, silahkan buka saja. Rakyat kita juga pandai kok, iya kan. Bikin kuota-kuota, habis itu perusahaan A, B, C, D yang hanya ditunjuk. Hanya dia boleh impor, enak saja,” tegasnya.

