Kongres PDIP Diundur, Djarot: Masih Konsentrasi Hal Penting, Terutama Perang Tarif AS
JAKARTA, Investortrust.id - Pelaksanaan Kongres PDIP yang sedianya digelar April 2025 mundur karena partai berlambang banteng itu fokus pada geopolitik global, seperti tarif dagang Amerika Serikat (AS) yang bisa berdampak pada kondisi domestik.
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat hanya memastikan bahwa kongres diadakan pada tahun ini. "Pelaksanaannya pada 2025," kata Djarot kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/4/2025) malam.
Kongres PDIP yang digelar 5 tahunan mestinya digelar pada 2024, setelah kongres ke-5 atau yang terakhir pada 2019. Lantaran padatnya agenda nasional seiring Pemilu 2024, pelaksanaan Kongres PDIP ke-6 pun ditunda dan dijadwalkan digelar pada April 2025.
Soal waktu pelaksanaan kongres, Djarot belum mau menyampaikan ke publik. Menurutnya, kongres tak perlu dilakukan terburu-terburu. "Bulannya masih belum (ditentukan) begitu ya," ujarnya.
Djarot berdalih alasan kongres belum digelar lantaran saat ini Indonesia masih disibukkan dengan kebijakan AS terkait perang tarif. Selain itu, situasi global juga jadi alasan PDIP belum menggelar kongres.
"Jadi kita masih konsentrasi beberapa hal yang sangat penting, terutama sekarang menghadapi perang tarif dengan AS. Ya persoalan-persoalan global geopolitik itu penting, persoalan tentang bagaimana Indonesia mengantisipasi berbagai macam kemungkinan terjadi dengan perubahan geopolitik," ungkapnya.
Politikus PDIP lainnya Ganjar Pranowo juga belum membocorkan tanggal kongres PDIP digelar karena menunggu hari baik. "Ya pasti nunggu hari baik," ujar Ganjar.
Kendati demikian ia juga memastikan, pelaksanaan Kongres PDIP digelar tahun ini. Ia juga tak menampik suara akar rumput yang masih menginginkan Megawati Soekarnoputri untuk memimpin PDIP.
"Kalau tren suara yang dari bawah sih itu yah (minta Megawati jadi ketua umum lagi)," tuturnya. (C-14)

