Mensos Siap Laksanakan Rencana Presiden Evakuasi 1.000 Warga Palestina
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan, pihaknya tengah mempersiapkan beberapa titik lokasi untuk menerima 1.000 warga Palestina dari Gaza, yang direncanakan akan dievakuasi pemerintah RI ke Indonesia. Rencana ini dikonsultasikan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah pemimpin negara dalam lawatan di Timur Tengah.
“Pada dasarnya, kami semua yang menjadi bagian dari menteri-menteri Presiden tentu siap untuk melakukan langkah-langkah, jika pada saatnya benar-benar ada evakuasi,” ujar Mensos yang akrab disapa Gus Ipul di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Senin (14/04/2025).
Baca Juga
Dia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan beberapa lokasi untuk para korban perang di Timteng itu. Ia selanjutnya menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kementerian Sosial punya banyak aset-aset yang bisa digunakan. Tapi, pada dasarnya kami menunggu arahan dari Presiden terlebih dahulu,” ujar Mensos.
Apresiasi Presiden
Gus Ipul juga sangat mengapresiasi langkah Presiden Prabowo dalam merespons konflik antara Israel – Palestina. Konflik ini yang hampir mencapai 108 tahun lamanya.
“Saya kira jelas statement Presiden, itu sebagai bentuk komitmen Indonesia untuk turut serta mengambil langkah-langkah nyata demi kemanusiaan. Dan, ini harus diapresiasi, dan saya tidak hanya sebagai menteri sosial, sebagai sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Presiden itu bentuk konkret, nyata,” ujar dia.
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan sebelumnya, rencana mengevakuasi 1.000 warga Palestina di Gaza yang terluka akibat serangan militer Israel bukan untuk merelokasi mereka. Ia menyatakan rencana evakuasi itu hanya bersifat sementara. Jika situasi di Gaza kembali stabil, para penyintas perang yang dievakuasi itu nantinya akan dipulangkan kembali ke sana.
“Tidak, tidak, tidak (relokasi). Kita ini untuk membantu,” kata Prabowo seusai menghadiri Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2025 di Gedung Nest Convention Center, Antalya, Turki, Jumat (11/04/2025) lalu.
Baca Juga
Investasi Bengkak Rp 121 Triliun, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masih Berdarah-Darah
Prabowo menekankan, rencana evakuasi warga Gaza itu masih dikonsultasikan ke para pemimpin Palestina dan sejumlah pemimpin negara di kawasan Timur Tengah. Rencana ini, kata Prabowo, didasari keinginan Indonesia membantu warga Palestina yang menderita akibat serangan Israel.
“Ya, itu tawaran kami, untuk ikut serta membantu masalah kemanusiaan. Penderitaan rakyat Palestina begitu dahsyat, kami ingin berbuat sesuatu,” ujar dia.
Prabowo juga mengatakan, banyak permintaan kepada Indonesia untuk lebih berperan dalam upaya penyelesaian konflik di Gaza dan si wilayah Timur Tengah lainnya. Sebagai negara Gerakan Nonblok dengan penduduk muslim terbesar kedua di dunia, Indonesia dianggap bisa diterima semua pihak, termasuk pihak yang bertikai. Untuk itu, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia berperan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki.
Indonesia telah mengirimkan bantuan berupa makanan, alat-alat kesehatan, obat-obatan, pakaian, dan air bersih untuk rakyat Palestina di Gaza. Indonesia juga telah mengirimkan kapal rumah sakit KRI dr Radjiman Wedyodiningrat, untuk merawat korban-korban perang dari Gaza. RI juga mengirimkan tim dokter dan tenaga kesehatan ke Rafah, Gaza, untuk memberikan layanan kesehatan di rumah sakit lapangan dan rumah sakit terapung.
Sementara itu, terkait rencana evakuasi warga Gaza itu, Prabowo mengatakan Indonesia siap menampung sekitar 1.000 warga Gaza, Palestina, untuk gelombang pertama. Ini terutama mereka yang luka-luka, trauma, dan anak-anak yatim piatu.
“Kami siap akan mengirim pesawat-pesawat untuk mengangkut mereka. Kami perkirakan jumlahnya 1.000 untuk gelombang pertama,” ucap dia.
