Garang! Ini Spesifikasi Maung, Kendaraan Taktis Yang Ditunggangi Prabowo dan Gibran ke KPU
Maung adalah kendaraan taktis ringan 4x4 buatan PT Pindad yang dirancang di dalam negeri. Purwarupa Maung–yang artinya adalah Harimau dalam bahasa Sunda– telah digagas sejak tahun 2018 oleh Komandan Pusat Persenjataan Infanteri (Danpussenif) Surawahadi yang kemudian ditindaklanjuti dan dirancang oleh rekanan PT Pindad, PT MSA. Ide dasar dari Maung adalah kendaraan taktis dengan ukuran yang kompak untuk menunjang operasi militer secara cepat. Maung menjadi viral setelah diperkenalkan dan digunakan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk mengantar Presiden Joko Widodo berkeliling meninjau PT Pindad. Lalu seperti apa kegarangan Maung yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan sebanyak 550 unit ini?
Maung dapat melaju hingga 120km/jam, cukup mengesankan untuk kendaraan dengan ban off-road atau dual-purpose. Daya jelajahnya mencapai 800km dengan tangki solar 80 liter terisi penuh. Tenaga Maung disemburkan dari mesin model Turbo Diesel 4 silinder yang diadopsi dari mobil double cabin Toyota, Hilux, dengan daya maksimum 149 HP (3.400 Rpm), dan torsi maksimum 400 Nm (1600–2000 Rpm) dengan transmisi manual 6 percepatan. Kaki-kaki Maung terdiri dari suspensi depan independen, dan suspensi belakang rigid yang dirancang untuk segala medan.
Karena Maung adalah jenis Rantis Ringan 4x4, maka Maung dirancang untuk mampu membawa 4 personel lengkap dengan senjata, yaitu konsol senapan serbu buatan PT Pindad, SS2-V4, braket yang mampu menopang senapan mesin kaliber 7,62mm hingga minigun standar NATO 7,62x51mm. Bicara soal minigun, kabarnya PT Pindad tertarik untuk memproduksi dengan lisensi, minigun multi laras M134D buatan Dillon Aero yang saat ini telah digunakan TNI AD. Minigun multilaras inilah yang dapat dipasang pada Maung selain senapan mesin ringan kaliber 7,62mm. Bayangkan garangnya Maung bila dipasangi minigun multi laras M134D yang bisa menyemburkan peluru hingga 6000 peluru per menit dan sanggup melahap sasaran hingga 1000 meter.
Maung versi militer sudah dilengkapi dengan kaca dan pelat baja antipeluru, dan tentu saja spesifikasi armor dari Maung ini dirahasiakan. Yang jelas Maung belum dilengkapi perlindungan Nubika (Nuklir, Biologi dan Kimia). Terdapat 5 akses keluar masuk yang terdiri dari 4 pintu di kanan kiri dan bisa dilepas dan satu pintu belakang untuk memudahkan muatan. Ukuran Maung terbilang bongsor bila digunakan di jalan raya, panjangnya 4,9 meter, lebar 2,4 meter, dan tinggi 1,8 meter. Bobot kosong Maung 2.160 kilogram dan muatan maksimal hingga 2.910 kilogram. Maung juga bisa mendaki tanjakan dengan kemiringan 30 persen, daya tanjak 60 persen, dengan radius putar 6,85 meter.
Kementerian Pertahanan RI memesan dalam jumlah banyak kendaraan taktis ini untuk menunjang operasi TNI AD. Meski kita tidak berharap terjadinya perang, tetapi TNI harus kuat dan bersiap untuk situasi yang terburuk. Si vis pacem parabellum.

