Prabowo Instruksikan Jajaran Perbaiki Komunikasi dengan Masyarakat
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih serta beberapa pejabat lainnya di Istana Merdeka, Senin (24/3/2025). Dalam pertemuan ini, Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk memperbaiki komunikasi dengan masyarakat terkait kebijakan dan capaian pemerintah. Kepala Negara mengintrusikan untuk membangun narasi komunikasi yang baik.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyampaikan banyak keberhasilan yang sudah dicapai pemerintahan Presiden Prabowo. Ia mengatakan tugas pemerintah adalah memastikan masyakarat mendapatkan informasi yang sesuai terkait kebijakan dan program pemerintah.
Baca Juga
Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Minta Jajaran Perbaiki Komunikasi ke Masyarakat
“Jangan sampai rakyat itu digiring oleh opini-opini yang narasi-narasi yang enggak benar. Itu salah satu kontribusi dari sektor saya sebagai wakil menteri pertanian. Kita kan banyak keberhasilan-keberhasilan, ya. Salah satunya paling kelihatan sekali adalah bagaimana pupuk lancar. Itu rakyat happy,” kata Sudaryono kepada awak media setelah pertemuan dengan Prabowo.
Sudaryono juga menegaskan pemerintah memiliki hak untuk menyampaikan realita pekerjaan yang telah dilakukan, serta capaian kinerja yang telah diimplementasikan. Ia juga menyampaikan pemerintah tidak antikritik terhadap masukan dan pendapat yang diberikan oleh rakyat.
“Jadi kalau saya sih dari sisi porsi saya, Anda bisa lihat dari sosmed saya kan kita tonenya positif, karena memang kita ada yang baik, kita sampaikan baiknya kan. Kalau yang enggak baik kita perbaiki. Bernegara kan tidak bisa 100% seneng semua, 100% berhasil semua kan,” imbuhnya.
Baca Juga
Prabowo Lantik 31 Dubes RI untuk Negara Strategis dan Organisasi Dunia
Wakil Menteri Pertanian berharap penjelasan yang disampaikan pemerintah dapat membuat masyarakat memahami setiap terobosan dan program yang ada dapat memberikan kebermanfaatan kepada rakyat Indonesia.
"Memang menjelaskan itu lebih sulit. Menjawab tuduhan itu lebih sulit daripada menuduh. Ya dong? Orang menuduh itu kan gampang, tetapi menjawab tuduhan itu sulit karena kita menjawab. Begitu kita jawab, dia masih menuduh kita, kita jawab lagi. Dan kita sebagai pemerintah tidak boleh lelah menjawab semua tuduhan, menjawab semua kritik, menjawab semua sesuatu yang barangkali kadang-kadang tidak benar. Harus kita luruskan. Karena jangan sampai kebenaran, kebohongan atau berita yang enggak benar tetapi berulang-ulang itu bisa jadi dianggap sebagai sebuah kebenaran," paparnya.

