Umat Harus Terlibat Wujudkan Demokrasi Berhati Nurani lewat Pemilu
JAKARTA, investortrust.id - Umat harus terlibat mewujudkan demokrasi berhati nurani lewat Pemilu 2024. Proses pemilu harus berjalan dengan lancar dan damai.
“Gereja Katolik mendorong semua umat untuk berpartisipasi dalam gerak kebangsaan, yang tahun ini dilakukan melalui Pemilihan Umum 2024. Kami mendoakan proses pemilu dapat berjalan dengan lancar dan damai, di mana sosok pemimpin yang terpilih dapat merangkul dan memperjuangkan kesejahteraan bagi seluruh bangsa Indonesia,” kata Uskup Keuskupan Bandung dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subianto, OSC, dalam keterangan usai seminar di Bandung, Kamis (08/02/2024).
Seminar tersebut mengangkat tema “Bersama Membangun Bangsa: Keterlibatan Umat dalam Mewujudkan Demokrasi yang Berhati Nurani melalui Pemilu 2024”. Diskusi ini dilangsungkan dalam rangakain perayaan 100 tahun KWI.
Dalam kesempatan yang sama, ekonom senior Faisal Basri, SE, MA menjelaskan, dalam pembangunan suatu bangsa, dibutuhkan sosok yang memiliki kemampuan dan integritas untuk memimpin dengan keadilan dan solidaritas bagi seluruh rakyat. Ia mendorong umat memilih sosok pemimpin yang peduli dan dapat memegang amanah rakyat, saat menjalankan tugasnya.
Baca Juga
Etika Presiden Boleh Kampanye, Jangan Jadi Tirani bagi Demokrasi
“Demokrasi harus terus dirawat. Demokrasi yang menentukan pembangunan, demokrasi yang baik, akan menumbuhkan kemakmuran lebih cepat,” tandasnya.
Berpihak Kebaikan Bersama
Dosen dan Direktur Program Pascasarjana STF Driyarkara Dr Karlina Supelli menjelaskan, salah satu pilar demokrasi adalah kesadaran warga negara untuk terlibat aktif menjaga dan mengembangkan tata pemerintahan demokratis, yang telah diperjuangkan pendahulu kita. Pemilu adalah saat kita menentukan pilihan berdasarkan hati nurani dan ketajaman akal budi, yang berpihak pada kebaikan bersama dan nasib mereka yang selama ini terpinggirkan.
Co-Founder What is Up, Indonesia? dan Co-Initiator bijakmemilih.id Abigail Limuria menegaskan, kita sedang memilih pemimpin yang akan menentukan kualitas hidup kita. Jadi, jangan memilih sekadar berdasarkan gimmick.
“Tidak ada calon yang sempurna. Jadi, tidak perlu baper dengan politisi,” imbuhnya.
Baca Juga
Jelang Pilpres, Ekonom Bank DBS Ungkap Harapan Investor Asing
Sedangkan Ketua Panitia Hari Studi Rm Haryanto, Pr berharap diskusi tersebut membantu umat, baik para pemilih yang pertama kalinya menggunakan hak suara maupun masyarakat luas. Warga negara Indonesia perlu berpartisipasi dan menentukan pilihan yang terbaik, pada hari pemilu 14 Februari 2024. (pd)

