Rumah Apung Muara Angke Senilai Rp 4,5 Miliar Diresmikan 17 April 2025
JAKARTA, investortrust.id - Rumah Apung Muara Angke yang digarap PT PAL Indonesia (Persero) dan Universitas Pertahanan dengan nilai total Rp 4,5 miliar siap diresmikan pada 17 April 2025.
Demikian disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait didampingi Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Jonni Mahroza di kawasan Rumah Apung Muara Angke, Jakarta Utara.
''Developer janjinya selesai 17 April (2025), selesai lengkap semuanya (30 unit rumah). Nanti kita cek semuanya ya,'' kata Ara, sapaan akrab Maruarar, Sabtu (8/3/2025).
Adapun sebagian rumah yang tengah dibangun itu memiliki konsep bangunan hijau atau green building dengan pengaplikasian solar panel yang ditaruh di atap rumah.
Ara turut menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto telah membangun 200 unit rumah di kawasan tersebut pada masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan era Kepresidenan Joko Widodo (Jokowi).
''Kalau selama ini yang 200 (rumah) pertama ini dibangun oleh bapak Presiden Prabowo. Jadi, kami meneruskan saja. Nah, kita sebagai anak buahnya mencontoh, hal baik yang telah dilakukan pemimpin kita,'' ungkap dia.
Sebagai informasi, pembangunan rumah apung ini sebagai upaya atas persoalan hunian layak bagi warga sekitar yang sering terdampak banjir rob, serta sejalan dengan Asta Cita Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo.
"Pembangunan rumah apung dan rumah panggung ini sangat tepat untuk pembangunan rumah masyarakat di kawasan pesisir. Tentu ini sangat mendukung program 3 Juta yang menjadi visi Presiden Prabowo Subianto," ujar Ara beberapa waktu lalu.
Hunian tersebut dibangun PT PAL Indonesia dengan berkolaborasi dengan Universitas Pertahanan dan PT Panca Karya Unggul Abadi selaku pengembang (developer).
Pembangunan rumah panggung dan rumah apung merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang bekerja sama dengan program bakti sosial Unhan.
Program ini dimulai dengan melakukan mitigasi permasalahan yang sering kali dihadapi masyarakat terdampak banjir rob di kawasan pesisir pantai Pluit Jakarta Utara, di mana ketinggian luapan air bisa mencapai satu meter yang berdampak pada aktivitas dan perekonomian warga.
Setidaknya ada 200 unit rumah yang terdiri dari 16 unit rumah apung dan 184 rumah panggung yang sudah dibangun di RT 06 dan RT 07 yang berada di wilayah RW 022 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
''Adanya pembangunan rumah apung dan rumah panggung merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap kondisi permukiman warga di Muara Angke yang sering kemasukan air saat banjir rob datang," tutur Ara.

