Soroti Banjir Jabodetabek, Wakil Ketua MPR: Perlu Manajemen Krisis atasi Dampak Perubahan Iklim
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Eddy Soeparno memberikan sorotan terhadap banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Jabodetabek, khususnya Jakarta dan Bekasi. Ia mengatakan bencana banjir tersebut menjadi bukti krisis iklim semakin mengancam dan membutuhkan penanganan yang lebih serius.
"Kita tidak bisa terus-menerus hanya merespons saat bencana sudah terjadi. Perlu ada langkah mitigasi dan kesiapan manajemen krisis yang lebih baik agar dampaknya bisa diminimalkan," katanya saat menyampaikan keynote speech dalam MPR Goes to Campus di Universitas Nasional, Jakarta, Selasa (4/3/2025) dikutip dari siaran pers.
Eddy menekankan bahwa pola banjir yang terus berulang menunjukkan perlunya strategi yang lebih sistematis dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
"Ini bukan pertama kalinya kita menghadapi banjir besar. Pola ini terus berulang setiap tahun, dan kalau tidak ada kebijakan yang lebih serius, maka ke depannya situasi bisa semakin buruk," lanjut.
Baca Juga
BMKG: Banjir di Jakarta Depok Tangerang Bekasi Kategori Banjir Kiriman
Alumnus program doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia ini juga mengingatkan para kepala daerah hasil pilkada 2024 harus memiliki kebijakan konkret dalam menangani krisis iklim dan bencana hidrometeorologi seperti banjir.
"Kepala daerah harus segera menyusun langkah strategis, mulai dari perbaikan tata kelola air, sistem drainase yang lebih baik, hingga kesiapan tanggap darurat yang lebih cepat dan efektif. Jangan hanya bertindak ketika bencana sudah terjadi," tegasnya.
Wakil ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, tetapi sudah menjadi kenyataan yang harus segera dihadapi.
"Krisis iklim ini nyata dan dampaknya semakin besar. Kita tidak bisa menunda lagi. Jika kebijakan yang tepat tidak segera diterapkan, masyarakat akan terus menjadi korban," pungkas Anggota DPR RI Dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ini.
Diketahui hujan deras selama dua hari berturut-turut menyebabkan banjir besar di berbagai wilayah Jakarta dan Bekasi. Di Jakarta, genangan air mencapai 105 RT dengan ketinggian hingga 5 meter, sementara di Bekasi, 8 kecamatan terdampak parah.

