Senyum Prabowo Saat Ditanya soal Rencana Pertemuan dengan Megawati
JAKARTA, investortrust.id - Presiden terpilih Prabowo Subianto tersenyum saat ditanya mengenai rencana pertemuan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ketua Umum Partai Gerindra itu hanya mengucapkan selamat Idulfitri 1445 Hijriah atau Lebaran 2024 kepada awak media setelah keluar dari kediaman Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Jakarta, Kamis (11/4/2024).
"Selamat lebaran semuanya, maaf lahir dan batin. Terima kasih," ucap Prabowo.
Baca Juga
Kubu Prabowo Akui Bangun Komunikasi untuk Silaturahmi dengan Megawati
Prabowo diketahui menghadiri acara open house atau gelar griya Lebaran 2024 yang diselenggarakan Dasco. Kegiatan itu dihadiri oleh para kader Partai Gerindra serta sejumlah tokoh.
Seusai mengantar Prabowo ke mobil untuk pulang, Dasco mengungkapkan komunikasi antara Partai Gerindra dan PDIP sejauh ini terus berjalan. Ketua Harian Partai Gerindra itu belum mengetahui kapan pertemuan antara Prabowo dan Megawati akan berlangsung lantaran hal tersebut bergantung pada komunikasi kedua pihak.
"Tunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) saja. Kami belum mengetahui pertemuannya akan terjadi sebelum atau sesudah keputusan MK," tutur Dasco.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah menilai pertemuan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto bergantung pada waktu yang baik.
"Mengenai realisasinya, itu sekali lagi tergantung pada Ibu Mega dan Pak Prabowo memiliki hari baik, jam baik, dan menit baik untuk bisa bertemu," ujar Basarah di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (10/4/2024).
Baca Juga
Maruarar Sirait Sambut Rencana Pertemuan Prabowo dan Megawati
Selain itu, Basarah mengatakan Megawati ingin proses ketatanegaraan melalui persidangan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) atau sengketa hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) terlebih dahulu selesai.
"Apakah itu ukurannya? Ukurannya adalah keputusan MK tentang perselisihan hasil pemilu presiden. Kita masih menunggu itu," katanya.
Menurut Basarah, Megawati selalu meletakkan pemikiran dan sikap politiknya terkait dengan kepentingan nasional, rakyat, serta bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan.

