Kepala BSSN Temui Menkomdigi Bahas Penguatan Keamanan Siber
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi menemui Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid di kantor Kementerian Komdigi, Jumat (21/2/2025). Dalam pertemuan itu, Nugroho dan Meutya Hafid membahas penguatan keamanan siber nasional. Pertemuan ini sekaligus membahas kesiapan Indonesia untuk menghadapi tantangan dunia digital.
Menkomdigi menegaskan respons cepat dan koordinasi yang solid antarlembaga menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas digital nasional.
“Sinergi antara Komdigi dan BSSN harus semakin kuat dan proaktif. Para pemimpin di bidang ini harus siap 24 jam dalam menghadapi ancaman siber. Ini bukan sekadar upaya teknis, tetapi langkah strategis dalam menjaga ketahanan nasional di era digital,” ujar Meutya dalam keterangan resminya.
Baca Juga
Pusat Data Nasional Segera Diresmikan, Kemkomdigi Fokus Keamanan Siber
Menurut laporan BSSN, Indonesia menghadapi lebih dari 1,6 miliar serangan siber sepanjang 2024, dengan sektor pemerintahan dan keuangan menjadi target utama. Keamanan siber kini bukan hanya masalah teknis, tetapi bagian dari strategi nasional untuk melindungi kedaulatan digital.
Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan keamanan siber adalah prioritas nasional yang harus ditangani dengan pendekatan inovatif dan adaptif. Meutya pun menegaskan perlunya reformasi birokrasi dalam koordinasi keamanan siber agar lebih efisien dan responsif.
“Presiden telah memberikan arahan yang jelas: kita tidak boleh kalah dalam perang siber! Kita harus terus beradaptasi dan berinovasi untuk menghadapi ancaman yang semakin kompleks,” tegas Meutya.
Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, memastikan jajarannya siap memperkuat kolaborasi dengan Kemenkomdigi.
“Sejak hari pertama menjabat, saya langsung menindaklanjuti instruksi Presiden untuk memperkuat koordinasi dan bertindak cepat. Ini bukan sekadar janji, tetapi langkah nyata dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Kolaborasi antara Komdigi dan BSSN akan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni penguatan sistem pertahanan siber, peningkatan regulasi keamanan siber, dan pengembangan teknologi perlindungan data.
Baca Juga
“Kami akan bersinergi dalam pengamanan infrastruktur digital, mitigasi ancaman siber, serta perlindungan data sensitif. Regulasi dan penerapan teknisnya harus berjalan beriringan,” jelas Nugroho.
Dengan meningkatnya serangan siber global, langkah ini bukan hanya bentuk kerja sama antar-lembaga, tetapi strategi nasional untuk memastikan Indonesia tetap tangguh dalam menghadapi ancaman digital. Kemkomdigi dan BSSN juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan bertindak cepat dalam menjaga keamanan siber nasional. (C-13)

