TKN: Hanya Prabowo-Gibran yang Jadikan Disrupsi AI sebagai Tantangan Indonesia ke Depan
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo menyatakan, dari tiga capres-cawapres yang bertarung di Pilpres 2024, hanya pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang menjadikan disrupsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai tantangan Indonesia ke depan. Bahkan, tantangan terkait disrupsi AI itu tercantum dalam visi-misi Prabowo-Gibran yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Silakan dicek di visi misi yang kita serahkan ke KPU. Paslon satu-satunya yang menempatkan salah satu tantangan terbesar itu adalah disrupsi dari artificial intelligence," kata Drajad Wibowo di kantor Investortrust.id, Kamis (18/1/2024).
Baca Juga
Dijelaskan Drajad, dalam visi Prabowo-Gibran terdapat delapan tantangan strategis yang dihadapi Indonesia dalam lima tahun mendatang. Kedelapan tantangan strategis itu, yakni perubahan iklim, konflik bersenjata, potensi konflik bersenjata di Laut Natuna Utara, perlambatan ekonomi global, disrupsi kecerdasan buatan, ancaman pandemi baru, terbatasnya waktu bonus demografi, dan meningkatnya populasi.
Dalam menghadapi tantangan disrupsi AI, Drajad mengatakan, perlu mitigasi dan adaptasi. Salah satu hal terpenting adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM), terutama di sektor yang tidak bisa diganti oleh AI.
"Mitigasinya apa? Kita siapkan SDM kita itu di sektor-sektor yang kira-kira tidak bisa diganti oleh artificial intelligence atau kalaupun diganti enggak terlalu banyak," katanya.
Drajad mencontohkan, setiap orang membutuhkan untuk makan dan minum susu. Untuk itu, Prabowo-Gibran mendorong untuk swasembada pangan, salah satunya dengan menanam singkong. Menurut Drajad, hal itu terlihat sederhana, tetapi singkong bisa menjadi pengganti gandum dan bioetanol.
"Ada beberapa hal yang tidak bisa diganti oleh AI. Itu mitigasi. Kita perkuat di situ. Makanya ada hilirisasi di berbagai hal yang riil. AI tidak bisa ganti susu, AI tidak bisa ganti beras, AI tidak bisa ganti tomat. Itu semua kita persiapkan," katanya.
Sementara untuk sektor-sektor yang diperkirakan bakal tergantikan oleh AI, Prabowo-Gibran menyiapkan program-program adaptasi. Prabowo-Gibran akan menyiapkan SDM untuk menghadapi ekonomi digital.
"Prabowo-Gibran ada khusus investasi di ekonomi digital. SDM kita disiapkan untuk menguasai berbagai lini teknologi," katanya.
Drajad mengatakan, Gibran sempat menjadi sorotan ketika menyatakan akan melakukan hilirisasi digital. Ditegaskan, Gibran menyampaikan istilah tersebut untuk mengingatkan mengenai tantangan disrupsi AI.
"Kami ingin ketika orang bicara digital tidak hanya bicara digitalisasi, kita bicara bagaimana produk digital ekonomi itu dimanfaatkan," katanya.
Baca Juga
Dikatakan, hilirisasi digital itu adalah pemanfaatan dari produk hilir dari digital ekonomi. Dicontohkan, mobile banking yang digunakan bank adalah digitalisasi. Sementara, hilirisasi digital adalah ketika data dari mobile banking dipergunakan untuk membuat produk turunan seperti unit link dan banking services.
"Ketika ada data UMKM, dia siapkan kredit yang sangat spesifik untuk UMKM. Kredit ini yang kemudian bisa membuat UMKM berkembang itu adalah bagian dari hilirisasi digital. Artinya produk dari digital ekonomi itu di downstream. Itu yang kita siapkan sehingga ketika kemudian AI datang, SDM kita sudah siap untuk adaptasi, Jadi ada dua strateginya, mitigasi dan adaptasi," paparnya.

