Quick Count LSI: Prabowo-Gibran Memimpin, Raih 59,93% Suara
JAKARTA, invesrtortrust.id – Data hitung cepat (quick count) Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 lembaga Survei Indonesia (LSI) mulai dirilis pada Rabu (14/02/2024) pukul 15:00 WIB. Paslon (pasangan calon) 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul, dengan meraih suara 59,93%.
Angka itu berdasarkan hasil hitung cepat sementara. Sedangkan perhitungan asli (real count) baru akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 20 Maret 2024.
Pada Rabu (14/02/2024) pukul 15.00 WIB, LSI telah menerima masukan data pemungutan suara sekitar 47,68%. Kemudian, pada pukul 15:19 WIB, data masuk mencapai 52,8%.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan, data yang masuk tersebut, sudah mewakili semua sebaran wilayah di Indonesia. “Battleground Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, rata-rata sudah masuk di atas 40-50%. Ini termasuk beberapa wilayah padat populasi,” ujar Djayadi dikutip dari live report TVOne, Rabu (14/02/2024).
Baca Juga
Kerap Diserang, Prabowo: Kalau Tidak Bisa Bunuh Orangnya, Bunuh Karakternya
Dari luar Jawa, sebagian data juga sudah masuk. Data yang masuk dari wilayah Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Lampung rata-rata sudah di atas 30%.
“Data ini menunjukkan bahwa saat ini, Paslon 02 unggul jauh di level 59,93%,” sebut Djayadi.
Raihan quick count tersebut disusul Paslon 01 Anies-Muhaimin yang meraih suara sebanyak 21,76%. Sedangkan yang terakhir adalah Paslon 03 Ganjar-Mahfud di level 18,23%.
Data Mengejutkan
Dari data yang masuk di kisaran 50% dengan sebaran yang hampir normal, Djayadi menilai terdapat data mengejutkan di wilayah-wilayah besar. Ini terutama perubahan yang sudah diprediksi melalui survei terakhir LSI.
Baca Juga
Berenang Seusai Mencoblos, Prabowo: Saya Bisa Merenung di Air
Lembaga ini mencontohkan, di Jawa Tengah ada perubahan dengan pasangan Prabowo-Gibran bisa mengungguli pasangan Ganjar-Mahfud. Sedangkan di Jawa Barat, Prabowo kembali unggul seperti Pemilu 2019.
“Ini data terakhir di atas 49,2%, jadi datanya mulai stabil. Tapi, kita tunggu data masuk di atas 70%, baru bisa declare. Kita lihat apakah ada peluang untuk bisa dengan selisih yang begitu tinggi untuk declare satu atau dua putaran, atau siapa jadi pemenang pemilu ini,” ujar Djayadi.

