Prabowo Sambut Hangat Erdogan di Tengah Guyuran Hujan: Sepayung dan Semobil
JAKARTA, investortrust.id - Presiden RI Prabowo Subianto menyambut hangat kedatangan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (11/2/2025).
Pesawat Kepresidenan Turkiye yang membawa Erdogan dan ibu negara Turkiye Emine Erdogan serta rombongan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 18.36 WIB. Hujan yang mengguyur Jakarta tak menyurutkan Prabowo menyambut Erdogan.
Baca Juga
Rabu, Prabowo Sambut Presiden Turki Erdogan dengan Upacara Kenegaraan di Istana Bogor
Erdogan dan Emine Erdogan yang melangkah turun dari pesawat dengan menggunakan payung sekitar pukul 18.48 WIB langsung disambut Prabowo dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Beberapa di antaranya Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Prabowo sebelumnya dipayungi oleh Paspamres ketika menanti Erdogan turun dari tangga pesawat. Namun, Prabowo memberikan kode dengan menggunakan tangan kepada Paspampres untuk menutup payungnya. Prabowo kemudian menanti Erdogan di ujung tangga. Kedua pemimpin kemudian bersalaman dengan hangat.
Erdogan yang melihat Prabowo tak menggunakan payung, langsung memiringkan dan memayungi mantan Menteri Pertahanan (Menhan) RI itu.
Kedua pemimpin kemudian melangkah menuju mobil dengan menggunakan payung yang sama. Bahkan, Prabowo dan Erdogan tampak masuk ke mobil yang sama saat meninggalkan Lanud Halim Perdanakusuma. Keduanya naik mobil berpelat nomor Turkiye. Belum diketahui tujuan kedua pemimpin tersebut.
Erdogan bersama Ibu Negara Turkiye Emine Erdogan diketahui melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia selama dua hari, yakni pada Selasa (11/2/2025) dan Rabu (12/2/2025).
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana sebelumnya menjelaskan Prabowo akan menyambut Erdogan dengan upacara kenegaraan di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (12/2/2025).
"Penyambutan upacara kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden Erdogan akan dilakukan di Istana Kepresidenan Bogor pada hari Rabu, 12 Februari 2025," kata Yusuf Permana, Senin (10/2/2025).
Yusuf mengatakan, setelah prosesi penyambutan, agenda dilanjutkan dengan melakukan pertemuan bilateral untuk membahas berbagai aspek kerja sama antara kedua negara yang saling menguntungkan.
"Sebagai bagian dari rangkaian acara, kunjungan kenegaraan tersebut akan ditutup dengan jamuan santap siang kenegaraan yang digelar di halaman Istana Kepresidenan Bogor," katanya.
Yusuf menjelaskan, kunjungan kenegaraan Erdogan ke Indonesia merupakan langkah penting dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Turkiye.
"Diharapkan kunjungan kenegaraan ini dapat makin mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan Turkiye, serta memberikan dampak positif bagi kemajuan kedua negara," jelasnya.
Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Turkiye, Achmad Rizal Purnama menyatakan, pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan akan menjadi babak baru bagi kemitraan strategis kedua negara yang telah terjalin selama 75 tahun. Dikatakan, kemitraan Indonesia-Turkiye tidak hanya untuk kepentingan kedua negara, tetapi juga bagi tatanan dunia yang lebih baik.
"Kita semua mendoakan agar pertemuan ini berjalan sukses dan membawa manfaat bagi rakyat kedua negara. Itulah mengapa tagline peringatan 75 tahun hubungan diplomatik ini adalah Partnership for the People, Partnership for the New World,” ujar Rizal di Jakarta, Sabtu (8/2/2025).
Baca Juga
Pertemuan Prabowo-Erdogan Akan Menjadi Babak Baru Kerja Sama Strategis RI-Turkiye
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menegaskan, potensi kerja sama antara Indonesia dan Turkiye sangat besar, mengingat kedua negara adalah anggota G-20 dan pemimpin negara-negara Global South.
“Kami melihat banyak sekali kerja sama yang bisa dilakukan di berbagai sektor strategis, seperti manufaktur, kesehatan, energi, dan pertahanan. Hubungan antara Indonesia dan Turkiye luar biasa potensinya ke depan,” katanya.

