Komdigi Perkuat Regulasi Digital untuk Lindungi Masa Depan Anak Bangsa
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan komitmen pemerintah menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif, memberdayakan, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat. Dalam waktu dekat, sejumlah regulasi penting akan diluncurkan untuk memastikan platform digital beroperasi dengan lebih bertanggung jawab, terutama dalam melindungi anak-anak di dunia maya.
"Kami ingin memastikan ruang digital yang sehat dan produktif bagi semua, terutama generasi muda. Karena itu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah regulasi, termasuk Saman (sistem kepatuhan moderasi konten) dan yang segera hadir pengaturan publisher rights, dan segera PP Perlindungan Digital Anak," ujar Menkomdigi Meutya Hafid dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi KG Media di Menara Kompas, Jakarta, Jumat (7/2/2025).
Baca Juga
Menkomdigi: Aturan Batas Usia Bukan untuk Menjauhkan Anak dari Teknologi
Menkomdigi menekankan langkah ini bukan untuk membatasi, tetapi justru untuk menciptakan keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan hak warga negara.
"Negara-negara lain sudah lebih dulu memiliki regulasi ketat terhadap platform digital dan Indonesia tidak akan ketinggalan. Kami ingin memastikan bahwa semua pihak, termasuk platform global, mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia," jelasnya.
Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah melindungi anak Indonesia di dunia digital. Pemerintah, kata Meutya Hafid sedang berdiskusi dengan para akademisi dan pakar untuk menentukan batas usia yang tepat bagi anak-anak dalam mengakses platform digital.
"Kami ingin aturan ini benar-benar berdampak positif. Karena itu, kami menggandeng para ahli yang memahami tumbuh kembang anak agar kebijakan ini tepat sasaran," paparnya.
Baca Juga
Kemkomdigi akan Sanksi Platform yang Biarkan Anak-anak Bikin Akun Medsos
Meutya Hafid menegaskan pemerintah terus menjalin komunikasi dengan platform digital untuk memastikan regulasi ini dapat diimplementasikan dengan baik.
"Dalam 1-2 bulan ke depan, kami akan berdiskusi intens dengan sejumlah platform. Ini bukan soal membatasi, tetapi bagaimana kita bersama-sama menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia," tegasnya.

