Menekraf dan Menko PM Bahas Pemanfaatan DTSEN untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
JAKARTA, investortrust.id -- Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Bekraf), Teuku Riefky Harsya dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar membahas pemanfaatan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) dan percepatan penanggulangan kemiskinan. Manfaat strategis dari DTSEN ini bertujuan untuk menyatukan berbagai data yang selama ini tersebar di berbagai instansi pemerintah sehingga dapat digunakan secara efektif untuk perencanaan, implementasi, dan evaluasi kebijakan.
"Pertemuan ini terkait kolaborasi antarkementerian yang bisa memanfaatkan DTSEN sebagai konsep pengelolaan data terpadu," kata Riefky, dalam keterangan tertulisnya dikutip Jumat (31/1/2025).
Baca Juga
Ia mengatakan DTSEN akan fokus pada data sosial ekonomi setiap warga negara dengan klasifikasi tingkat kesejahteraan sosial. Menurutnya, kerja sama instansi pemerintah dalam berbagi data ini untuk mencapai tujuan bersama.
“Hubungan antara data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) dan pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE) dalam konteks kemiskinan ialah bahwa DTSEN berfungsi sebagai basis data utama yang mendukung pelaksanaan program P3KE, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan," ucapnya.
Ia menambakan, sebagian besar pelaku ekraf masuk dalam kategori berdaya dan mandiri. Untum itu, upaya Kemenekraf dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem lebih fokus pada upaya fasilitasi penguatan backward and forward linkages dari rantai nilai yang diciptakan oleh pelaku ekraf.
Sementara itu, Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin menyambut positif terkait hal tersebut. Menurutnya, DTSEN punya lima indikator kemiskinan, yakni kultural, struktural, relatif, absolut, dan ekstrem. Fokus pemaparan kali ini terkait perkembangan data kemiskinan ekstrem yang sudah capai 3,1 juta penduduk di Indonesia.
"Dari jenis indikator kemiskinan ekstrem yang kekurangan akses makanan, air bersih, dan layanan kesehatan akan diatasi problematikanya dengan tiga tahapan. Pertama, kita akan tingkatkan bantuan khusus. Kedua, kita akan memberi akses kepada yang produktif dari segi usia sehingga ada peningkatan kapasitas skill. Ketiga, kita akan dorong mereka untuk lebih mandiri dan meninggalkan posisi level miskin ekstrem ini," tutur Muhaimin.
Baca Juga
Prabowo: Saya Belajar Banyak dari PM Modi soal Pengentasan Kemiskinan
Dalam rapat tersebut Menekraf Riefky didampingi Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama, Dessy Ruhati dan Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekraf, Cecep Rukendi. Turut hadir juga Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri P2MI Christina Aryani, Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasari, dan Kepala Badan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko. (C-14)

