Bos Kopi Tuku Beli Hak Penamaan Stasiun Cipete Raya Setelah 6 Tahun Menabung
JAKARTA, investortrust.id – CEO PT Makna Angan Karya Andanu (MAKA), Andanu Prasetyo selaku Founder Toko Kopi Tuku (PT Karya Tetangga Tuku) resmi membeli hak penamaan (naming rights) Stasiun Cipete Raya di Jakarta Selatan.
Andanu mengatakan, dirinya membutuhkan waktu 6 tahun lamanya untuk membeli hak penamaan di Stasiun Cipete Raya ini sebagai hadiah berdirinya Toko Kopi Tuku selama 10 tahun.
“Pertama, ini adalah sebuah simbol ulang tahun ke-10 kami (Toko Kopi Tuku). Kedua, MRT Jakarta sebagai partner kolaborasi, kami ingin terus terintegrasi dengan ‘tetangga’ Tuku di luar sana. Proses kami mulai dari toko kecil di Cipete dan akhirnya kita bisa mencapai titik ini. Akhirnya saat kami mencoba eksplorasi, alhamdulillah, tabungan pendapatan 6 tahun sudah lebih dari cukup (beli hak penamaan Stasiun Cipete Raya, red),” kata Andanu saat Peresmian Hak Penamaan Stasiun Cipete Raya Tuku di Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2025).
Baca Juga
Bos 'Roastery' Tuku Beri Pesan ke Prabowo Soal Industri Kopi Indonesia
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad H Mahfud menyampaikan, pihaknya terus mendorong kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai mitra kerja untuk mendukung gaya hidup masyarakat perkotaan, serta menumbuhkan perputaran ekonomi di sekitar stasiun-stasiun MRT Jakarta.
“Kemitraan antara MRT Jakarta dan Tuku ini melengkapi dan menunjukkan bahwa MRT Jakarta merangkul dan terbuka dengan siapa saja dalam hal mengembangkan Jakarta sebagai episentrum ekonomi dan bisnis nasional,” ujar Farchad.
Baca Juga
Bos Tuku Jawab Tantangan Perubahan Iklim yang Bikin Produktivitas Kopi Anjlok
Berdasarkan data MRT Jakarta, sebanyak 40.821.425 orang telah menggunakan layanan mass rapid transit (MRT) sepanjang tahun 2024 dengan rata-rata penumpang setiap harinya mencapai 111.534 orang.
Adapun angka tersebut mengalami pertumbuhan 23,7% (year-on-year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 33 juta penumpang.
“Sedangkan pada 2023 lalu, angka keterangkutan tercatat sekitar 33 juta pelanggan. Terdapat kenaikan hingga sekitar 13 juta penumpang. Kenaikan ini menunjukkan kepercayaan tinggi masyarakat terhadap layanan MRT Jakarta,” tutur Farchad.

