Pengamat Ingatkan Pentingnya Peran Masyarakat dalam Menjaga Demokrasi
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat Politik Ahmad Khoirul Umam mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga demokrasi di Indonesia, demi memantau kinerja dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah.
Dalam diskusi terbuka 'Evaluasi Kritis 100 Hari Pemerintahan Prabowo Bidang Politik dan Pemberantasan Korupsi', Kamis (23/1/2025), Khoirul mencatat beberapa peran penting masyarakat yang bisa menjaga demokrasi di tengah, minimnya suara oposisi.
“Ketika kemudian oposisi tidak lagi tampil secara optimal dalam memberikan perspektif yang berbeda atau alternatif kebijakan, kita khawatir nantinya oposisi justru menjadi alat stempel yang seolah kritis tapi sebenarnya sama saja dengan yang lainnya,” ungkapnya secara virtual.
Sebelumnya, Survei Litbang Kompas menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 80,9%, yang menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan saat ini. Namun, stabilitas ini dinilai tidak sepenuhnya ideal.
Khoirul mengakui masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk masalah demokrasi dan pemberantasan koperasi. Namun demikian, dia mengapresiasi tentang langkah tata kelola pemerintahan yang baik dan berusaha transparan.
"Pak Prabowo berkali-kali menyampaikan dalam sejumlah kesempatan, perhatiannya terhadap tata kelola pemerintahan yang baik, good governance terhadap prinsip-prinsip akuntabilitas terhadap prinsip-prinsip transparansi, meski ada juga statement slip of tongue, tapi Pak Presiden mendengar respons dengan baik dari masyarakat dan mencoba mengklarifikasi," ungkap Khoirul.
Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy itu berharap, meski ada pula kebijakan-kebijakan yang bisa melemahkan demokrasi namun masyarakat harus dapat mengawasi ruang pemerintahan yang lebih baik, yang lebih transparan dan juga lebih akuntabel.
"Saya juga berharap KPK, Polri, dan juga Kejaksaan, betul-betul mampu menjaga netralitas, independensi, dan profesionalitasnya. Maka keberadaan para pimpinan betul-betul juga harus dikawal, diawasi, supaya tidak menjadi instrumen kekuatan politik tertentu untuk menargetkan rival politik tertentu, untuk melakukan mendisiplinkan barisan aliansi, dan sebagainya." harapnya.
"Diniatkan dengan baik pemerintahan yang baru 100 hari ini, untuk menjadikan ini sebagai sebuah momentum perbaikan, sehingga kemudian kalau misalnya itu bisa dilakukan, saya pikir ini akan menjadi amal jariah yang luar biasa nantinya," pungkasnya. (C-13)

