Tanggul di Demak Jebol, Ini Langkah Kementerian PU
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air melakukan penanganan darurat jebolnya tanggul dan banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Kepala BBWS Pemali Juana Fikri Abdurrachman mengatakan, penanganan darurat dilakukan di dua titik jebolan Sungai Tuntang, yakni aliran di Desa Tinanding dan Desa Baturagung. ''Penanganan yang dilakukan untuk menutup titik jebolan tanggul Sungai Tuntang, dengan penanganan darurat dan rencana pertebalan serta peninggian tanggul,'' katanya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (23/1/2025).
Ia optimistis tanggul yang jebol itu akan selesai ditambal hari ini, Kamis (23/1/2025). Pihaknya mengoptimalkan penggunaan alat berat untuk mempercepat penutupan tanggul, sehingga diharapkan tanggul tertutup agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal. "Hari ini insyaallah sudah tertutup dan dilanjutkan perkuatan dan peninggian tanggul,'' kata Fikri.
Baca Juga
Kementerian PU: Pagar Misterius di Tangerang Tak Ganggu Pembangunan Tanggul Laut Raksasa
Sebagai informasi, penutupan darurat tanggul jebol Sungai Tuntang di Desa Tinanding dilaksanakan dengan tiga excavator dan material tanah, jumbo bag, glugu, bambu, sesek serta didukung 25 personel tanggap darurat.
''BBWS Pemali Juana juga mempercepat penutupan tanggul jebol Sungai Tuntang di Desa Baturagung dengan memobilisasi tiga excavator beserta material penanganan berupa glugu, bambu, sesek, tanah urukan, jumbo bag dengan dukungan 40 personel tanggap darurat,'' jelas Fikri.
Lebih lanjut, ia menargetkan revitalisasi tanggul Sungai Tuntang akan rampung pekan depan, Kamis (30/1/2025). "Insyaallah, pekerjaan ditarget selesai dalam waktu seminggu jika kondisinya normal," imbuh Fikri.
Baca Juga
Menteri Wihaji Galang Sinergi Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem dan Stunting NTT
Menurut Fikri, intensitas hujan yang tinggi di Jawa Tengah beberapa hari terakhir mengakibatkan debit air Sungai Tuntang terus meningkat, sehingga sungai tidak mampu menampung air dan tanggul di Desa Tinanding dan Baturagung jebol pada Selasa (21/1/2025).
Dia menambahkan, pihaknya bersama pemerintah daerah (pemda) terus berkoordinasi untuk menuntaskan pekerjaan konstruksi pada tanggul Sungai Tuntang Demak. "Penanganan dampak banjir di sekitar Sungai Tuntang dilakukan dengan berkoordinasi lintas sektoral bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Demak,'' pungkas Fikri.

