Kementerian PU Ungkap Progres Pembangunan Tol Semarang–Demak dan Tol Semarang Harbour
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyampaikan progres pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak yang rencananya akan beroperasi penuh pada kuartal II-2027.
Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PU, Wilan Oktavian mengatakan, pembangunan paket 1A Jalan Tol Semarang-Demak sudah mencapai 47,8%. Sementara itu, untuk paket 1B pembangunannya masih sekitar 29,78% dan paket 1C sekitar 20,92%.
“Untuk 1B yang ada tanggul lautnya, itu (progresnya) 29,78%. Kemudian, (paket) 1C yang kolam retensi itu (progresnya) 20,92%. Jadi, target selesainya atau operasinya masih tetap seperti yang pernah kita laporkan yaitu di kuartal II-2027,” ungkap Wilan di kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Baca Juga
Menteri PU Buka Suara soal Kelanjutan PSN Tol Nirsentuh MLFF
Sementara itu, proyek lanjutan dari Tol Semarang-Demak, yakni Tol Semarang Harbour telah memasuki tahapan studi kelayakan atau feasibility study (FS).
“Semarang Harbour itu prakarsa dari badan usaha, sekarang lagi update readiness criteria, mereka sedang menyusun FS-nya,” tambah Wilan.
Sebagai informasi, rencana proyek jalan tol Semarang Harbour bakal menghubungkan kawasan industri Kendal dengan Pelabuhan Tanjung Emas dengan pemrakarsa PT Sumber Mitra Jaya.
Dikatakan Wilan, investasi yang dikucurkan untuk membangun Tol Semarang Harbour adalah sebesar Rp 13,3 triliun.
“Kalau berdasarkan data kami, panjangnya kurang lebih 20,16 km dengan perkiraan nilai investasinya Rp 13,3 triliun. Nah, ini yang bikin poldernya nanti pemerintah daerah sedangkan badan usahanya bikin tol dan tanggulnya,” jelas dia.
Diberitakan, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tengah berupaya menyelesaikan proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1B sepanjang 6,67 km dengan progres fisik saat ini mencapai 50% dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2027.
“Dari total panjang jalan tol 27,25 km, perseroan tengah mengerjakan seksi 1B sepanjang 6,67 km dengan progres yang kini mencapai 50% dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2027,” kata Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (11/2/2025).
Agung menambahkan, Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1B akan menjadi tol yang terintegrasi dengan tanggul laut guna melindungi kawasan Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa dari ancaman banjir rob, serta meningkatkan konektivitas Provinsi Jawa Tengah.
“Proyek ini tidak hanya akan menjadi jalan tol laut pertama yang terintegrasi dengan tanggul laut (sea embankment) di Indonesia, tetapi juga jalan tol yang mengedepankan inovasi serta penggunaan material ramah lingkungan sebagai material utama,” tuturnya.
Dikatakan Agung, WIKA mengimplementasikan teknologi Matras & Cerucuk Bambu sebagai material konstruksi utama dalam membangun badan jalan di atas laut yang berfungsi sebagai tanggul penahan abrasi.
Selain itu, lanjutnya, teknologi tersebut juga mampu mendistribusikan beban timbunan secara merata guna mengurangi perbedaan penurunan tanah akibat variasi kekakuan tanah, serta memberikan daya apung tambahan dan meningkatkan daya dukung lekat (friction).
Agung juga berharap proyek ini dapat menghadirkan kemanfaatan sosial bagi masyarakat dan UMKM sekitar, khususnya melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal maupun subkontraktor di daerah setempat dalam pekerjaan pemasangan matras bambu.
“Sehingga tidak hanya mempercepat progres proyek, tapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.
Baca Juga
Kementerian PU Buka Potensi Diskon Tarif Tol Lebih dari 20% di Libur Lebaran
Berdasarkan catatan investortrust.id, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menargetkan, pembangunan Jalan Tol Semarang – Demak senilai Rp 16,8 triliun bakal rampung di kuartal II-2027, tepatnya April 2027.
“Tercatat progres fisik pekerjaan Tol Semarang-Demak hingga 23 Desember 2024 mencapai 29,68% dengan target selesai April 2027,” kata Dody beberapa waktu lalu.
Dody menambahkan, saat ini progres pekerjaan Tol Semarang – Demak Seksi 1 Kaligawe – Sayung telah mencapai tahap soil improvement.
“Saat ini progres pekerjaan Tol Semarang-Demak Seksi 1 dalam tahap soil improvement atau proses teknik untuk meningkatkan daya dukung tanah lebih stabil sehingga ketika proses pengerjaan aspal sudah lebih mantap,” tambah dia.

