Survei: Cawapres Gibran dan Mahfud Turunkan Elektoral Pasangan Capres
JAKARTA, investortrust.id – Cawapres Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Pertahanan Mahfud MD terindikasi menurunkan elektoral pasangan capresnya. Sebaliknya, cawapres Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar cenderung menaikkan elektoral pasangan capresnya.
Hal itu antara lain merujuk pada data survei nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan pada 2-8 Oktober 2023, dengan simulasi tanpa pasangan. Survei tersebut menunjukkan capres Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto unggul dengan mendapatkan suara 37 persen. Di posisi kedua adalah capres mantan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo 35,2 persen, dan di posisi terakhir capres mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mendapat suara 22,7 persen. Sedangkan responden yang tidak menjawab 5,1 persen.
”Sementara itu, dalam simulasi pasangan sebagaimana yang didaftarkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum), Prabowo – Gibran mendapatkan suara 36 persen dan Ganjar – Mahfud 33,1 persen. Terakhir, Anies – Muhaimin mendapatkan suara 23,5 persen. Sedangkan yang belum menjawab 7,4 persen,” kata Pendiri SMRC Saiful Mujani dalam keterangan di Jakarta, 26 Oktober 2023.
Baca Juga
KPU Sebut Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres Diumumkan Jumat Siang
Meski demikian, Saiful menyimpulkan tiga nama calon wakil presiden itu belum memiliki efek elektoral pada pasangan calon presiden masing-masing. Secara umum, lanjut dia, tidak ada perubahan yang signifikan dari dua data yakni simulasi tanpa pasangan dan dengan pasangan.
”Selisih antara simulasi individual capres dan pasangan tidak signifikan. Pada pasangan Prabowo – Gibran berubah dari 37 persen individual menjadi 36 persen dalam simulasi pasangan, selisihnya –1 persen. Pasangan Ganjar – Mahfud bergerak dari 35,2 persen individual menjadi 33,1 persen dalam pasangan, selisihnya hanya -2,1 persen. Amin – Muhaimin, secara individual mendapatkan 22,7 persen kemudian menjadi 23,5 persen pada pasangan, perbedaannya hanya 0,8 persen. Sementara yang tidak tahu dari 5,1 persen menjadi 7,4 persen, selisihnya 2,3 persen,” papar Saiful.
Baca Juga
Kemungkinan 2 Putaran
Saiful juga menjelaskan bahwa selisih suara capres Prabowo dan Ganjar pada survei tidak signifikan secara secara statistik, karena jaraknya kurang dari dua kali margin of error (MoE). Sementara MoE pada survei ini sebesar 2,5 persen.
”Selisih Prabowo dan Ganjar pada survei ini hanya 1,8 persen. Sementara selisih kedua calon itu dengan capres Anies sudah signifikan, 12,5 persen dengan Ganjar. Sementara pemilih yang belum menentukan pilihan sudah sangat sedikit,” ungkapnya.
Dengan posisi seperti ini, kata Saiful, kemungkinan pilpres berlangsung dua putaran menjadi sangat terbuka. Hal ini juga didasarkan pada hasil simulasi dengan pasangan, yakni selisih dua pasangan teratas tidak lebih dari dua kali MoE, sehingga tidak bisa disimpulkan siapa yang lebih unggul di antara keduanya. Sementara pasangan Anies – Muhaimin sudah berada pada posisi ketiga. (pd)

