Simak Titik-Titik Rawan Bencana Jelang Pergantian Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) beserta stakeholders lainnya telah melaksanakan ''Monitoring Pergantian Malam Tahun Baru 2024" yang mana ditemukan beberapa titik rawan bencana alam di wilayah pesisir seluruh Indonesia.
''Kami mengingatkan beberapa hal terkait dengan potensi ancaman. Pertama bencana hidrometeorologi yang dimungkinkan masih terjadi dalam 2-3 hari ke depan dengan curah hujan yang meningkat 20% sehingga ada potensi terjadinya banjir, tanah longsor, dan ombak yang meninggi di beberapa wilayah,'' kata Menko Polkam, Budi Gunawan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (31/12/2024) malam.
''Yang kedua, antisipasi terhadap arus balik yang akan terjadi pada tanggal 1 dan 2 (Januari 2025), disamping antisipasi atau kesiapan terhadap pengamanan perayaan malam tahun baru ini sendiri,'' sambung dia.
Baca Juga
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan, sederet titik-titik rawan bencana alam akibat curah hujan yang tinggi sampai 3 hari ke depan itu.
''Malam ini kita langsung melaksanakan kegiatan video conference dengan beberapa wilayah mulai dari DIY, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, NTT (Nusa Tenggara Timur), Maluku, dan juga DKI (Jakarta),'' ucap dia.
Menurut pantauan posko pengamanan yang tersebar di penjuru Indonesia, lanjut Listyo, kondisi hujan bergerak dari Indonesia Timur menuju Indonesia bagian Barat.
''Beberapa wilayah terpantau terjadi hujan di Sulawesi Selatan kemudian mengarah ke Sumatera. Sehingga tentunya tadi kita ingatkan, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki objek wisata pantai untuk mengingatkan seluruh anggota yang ada di pos pelayanan untuk memastikan agar para pengunjung wisata di wilayah pantai dalam kondisi yang selalu terpantau dengan baik,'' ujar dia.
Baca Juga
Dear Pemudik, Ini Titik-Titik Rawan Bencana Jelang Libur Nataru
Listyo menambahkan, setelah Peribadatan Misa Akhir Tahun akan menjadi perhatian penting untuk bisa diantisipasi simpul-simpul kemacetan di wilayah Jakarta.
''Oleh karena itu, kita juga meminta kepada seluruh personel agar betul-betul melaksanakan pengamanan dengan baik termasuk juga mengantisipasi terjadinya kemacetan karena potensi penumpukan. Sehingga perlu ada informasi terkait dengan pengaturan rekayasa arus lalu lintas pada saat terjadi pembubaran (perayaan malam tahun baru, red),'' tutup dia.

